Surabaya (beritajatim.com) – GBK (Gawagis Berfikir Kemajuan) menggelar kegiatan dialog Pengelolaan Sumber Daya Alam untuk Kemajuan Indonesia. Kegiatan digelar di Auditorium II Pesantren Nurul Jadid Paiton, Sabtu (13/1/2023).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Pembina GBK Ubaidillah Amin (Gus Ubaid), Ketua Umum GBK Gus Faiz dan Sekjen GBK Gus Ach Syamsul Askandar, serta ratusan peserta GBK dari pesantren di Jawa Timur.
Kemudian, juga dihadiri dua narasumber, yakni Deputi VI Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Marves Septian Hario Seto. Serta, Deputi II Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Marves, M Firman Hidayat.
Ketua Umum GBK, Gus Faiz dalam sambutannya mengucapkan selamat datang dan ucapan terima kasih kepada kedua narasumber yakni Deputi VI dan Deputi II Kemenko Marves, yang telah menyempatkan hadir pada kegiatan tersebut.
“Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat menambah pengetahuan dan manfaat bagi kita bersama untuk kemajuan Indonesia,” kata Gus Faiz.
Ucapan selamat datang tersebut disambut baik oleh Deputi VI Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Septian Hario Seto. Pada kesempatan itu, ia turut mengucapkan terima kasih telah diundang atas kegiatan tersebut.
Menurut Septian, ada tantangan yang harus dihadapi untuk kemajuan Indonesia saat ini. Di antaranya, tantangan geopolitik ke depan yang semakin rumit di era multi-polar. Lalu tantangan digitalisasi dan tantangan ketahanan pangan.
“Dengan melanjutkan program pemerintah yang telah berjalan seperti peningkatan efisiensi ekonomi melalui digitalisasi, pembangunan infrastruktur, hilirisasi industri dan Industrialisasi diharapkan mampu mentransformasi perkembangan ekonomi di Indonesia,” paparnya.
Sementara itu, Deputi II Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Marves, M Firman Hidayat mengatakan, pengembangan industri Maritim, hilirisasi sumber daya maritim harus didorong karena kontribusi Industri Maritim masih sangat rendah.
“Potensi hilirisasi juga ada di produk non tambang, seperti rumput laut, makanan, pupuk organik, dan Bioplastik,” tuturnya.
Ketua Pembina GBK Ubaidillah Amin (Gus Ubaid) menambahkan, kini saatnya anak muda yang berkarya untuk kemajuan Indonesia. “Mas Seto atau Septian Hario Seto adalah sosok anak muda yang smart dan edukatif. Dia dipercaya oleh Bapak Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan menjadi pendobrak utama ketransparanan sektor investasi dan pertambangan di Indonesia,” katanya.
“Begitu juga saudara Muhammad Firman. Pak Luhut berhasil meng-create anak-anak muda yang berjiwa merah putih mengabdi untuk kemajuan negara dan bangsa. Kami bangga sebagai keluarga pesantren atas kehadiran Mas Seto dan Mas Firman yang menularkan wawasannya kepada kami,” pungkasnya. [tok/suf]







