Jember (beritajatim.com) – Agustus adalah bulan karnaval di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Sejumlah karnaval digelar di sejumlah desa dan kecamatan untuk memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI. Pengaruh warna Jember Fashion Carnaval terlihat kental.
Salah satunya karnaval di Kecamatan Sukowono yang diikuti 12 desa, Sabtu (20/8/2022). Mereka membuat delapan defile bertema, seperti yang lazim dilakukan JFC. Bedanya, dalam karnaval tingkat desa ini, defile didasarkan pada pakaian adat, pakaian perjuangan, pakaian Sakera dan Marlena yang merupakan pasangan khas Madura, pakaian ala Majapahit, drum band, pakaian ala JFC, dan rombongan perangkat suara.
[berita-terkait number=”3″ tag=”jfc”]
Pesertanya adalah warga, perangkat desa, pelajar, guru-guru, pegawai kecamatan, puskesmas, kepala desa, dan staf pemerintagan desa. “Warga antusias sekali karena dua tahun sejak pandemi tidak ada hiburan. Jadi luar biasa,” kata Totok Sugiarto, warga setempat.
Karnaval besar-besaran yang diikuti ribuan pelajar sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas juga digelar di alun-alun Jember, Senin (22/8/2022). Busana yang dikenakan mereka bervariasi berdasarkan petunjuk dan ide dari masing-masing sekolah.
Event Director JFC David Susilo melihat pengembangan budaya kreatif di Jember mulai berjalan. “Branding Jember Fashion Carnaval memperkenalkan fashion in carnaval yang layak dijual dan dilihat. Banyak masyarakat di desa sudah memahami dan menyadari, bahwa karnaval dengan seragam profesi hampir setiap hari kita lihat. Sekarang bagaimana nilai kreativitas masyarakat kecamatan dan desa mengarah pada sesuatu yang layak dilihat dan itu sebuah karya,” katanya.
Menurut David, nilai-nilai kreativitas yang layak dilihat akhirnya menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. “Itulah esensi sebuah marketing. Jadi teman-teman pelaku karnaval di desa dan kecamatan sudah menyadari sekarang adanya fenomena yang menarik perhatian dan itu nilai tambah bagi karnaval di desa dan kecamatan,” katanya. [wir/suf]






