Iklan Banner Sukun
Gaya Hidup

Tengkleng Rica, Olahan Kambing Bercita Rasa Pedas Khas Warung Sate Pak Manto

Warung Sate dan Tengkleng RIca Pak Manto

Surabaya (beritajatim.com) – Olahan kambing jadi salah satu kuliner favorit bagi masyarakat Indonesia. Bahkan sejumlah daerah punya menu khas berbasis kambing.

Salah satunya tengkleng, menu tumisan kambing ini asal Jawa Tengah ini belakangan cukup populer di sejumlah daerah. Tidak ketinggalan dengan masyarakat Surabaya.

Tetapi, satu kedai makan berbasis kambing punya cara unik dalam penyajian tengkleng. Tempat makan ini sukses memadukan karakter Jawa dengan Sulawesi melalui tengkleng rica-rica.


Menu unik ini bisa dijumpai di Warung Sate Kambing dan Tengkleng Rica-rica Pak Manto di Jalan Slamet No.6, RT.002 RW.004, Ketabang, Genteng, Kota Surabaya. Tempat makan ini juga menyajikan ragam menu berbasis kambing lainnya, seperti sate maupun gulai kambing.

Warung ini sebenarnya adalah cabang dari kedai yang sudah terkenal di Surakarta. Warung Sate Kambing dan Tengkleng Rica-rica ini didirikan oleh almarhum Sumanto di kawasan Taman Sriwedari pada 1983. Berawal dari konsep tenda, warung ini terus berkembang sampai membuka cabang beberapa kota.

Di Kota Pahlawan, cabang warung ini telah beroperasi empat tahun lamanya. Meski terbilang baru, penggemarnya sudah sangat banyak. Warung ini pun tak pernah sepi pengunjung sejak buka hingga tutup.

Masakan dari warung ini punya cita rasa khas dan otentik. Kualitasnya terjaga dari masa ke masa. Wajar jika warung ini cukup akrab di telinga para pecinta kuliner, khususnya olahan berbasis daging kambing.

Pimpinan pengelola Warung Sate Kambing dan Tengkleng Rica-rica Pak Manto Cabang Surabaya, Danang, mengungkapkan tengkleng rica-rica kambing adalah menu khas yang tidak ada di tempat makan lain. Perbedaan itu terletak pada kuahnya yang memiliki karakter rasa manis dan pedas.

“Biasanya tengkleng kan berkuah bening kan. Ini kami semacam versi tengkleng goreng tapi tetap berkuah dengan kuah khas,” ujar Danang kepada beritajatim.com.

Warung Sate dan Tengkleng RIca Pak Manto

Memang benar, tengkleng rica ala Warung Sate Pak Manto memiliki warna cenderung cokelat gelap karena penggunaan kecap dan terdapat serpihan kulit cabai. Sementara pada tengkleng biasa, kuah berwarna kuning dan berminyak.

Penggunaan kecap dan cabai yang cukup kuat inilah yang menghasilkan perpaduan manis dengan pedas. Berbeda dengan tengkleng lain yang umumnya punya karakter rasa ringan dan segar.

Selain tengkleng rica, menu andalan lain warung ini adalah sate buntel. Kuliner satu ini sangat identik dengan Solo karena memang pertama kali muncul dari kota ini.

Sate buntel terbuat dari daging kambing cincang ditambah bumbu rempah. Daging itu dipadatkan pada tusukan bambu, lalu dibalut dengan lembaran lemak. Jika belum dibakar, penampakannya terlihat seperti sosis mentah. Saat dibakar, minyak dari lemak akan meresap dan memperkuat rasa daging di dalamnya.

“Dua sajian ini sampai sekarang masih menjadi sajian paling digemari dan memang yang paling khas dari kami. Tengkleng boleh ada dimanapun, tapi di sini selain citarasa khas karena rasa rempahnya yang nendang, juga kami tepat dalam mengolah daging kambing segarnya, jadi tidak ada bau kambing yang pengar itu,” terang Danang yang sudah menjadi kaki tangan keluarga Manto dalam menjalankan bisnis di Surabaya dan Jakarta ini.

Meski keluarga Manto menetap di Solo, Warung Sate Kambing dan Tengkleng Rica-rica Pak Manto di kota lain tetap menyajikan menu yang sama persis dengan pusatnya di Surakarta. Pun soal rasa dan kualitas, sama sekali tidak berbeda.

Danang mengungkapkan kunci warung kelolaannya mampu mempertahankan rasa dan kualitas terletak pada bumbu. Menurut dia, bumbu yang digunakan merupakan kiriman langsung dari warung pusat. Tiap sepekan sekali, bumbu akan dikirim dari Surakarta ke seluruh cabang.

“Ya, bumbu tidak dibuat di sini, kami hanya mengolah saja, resepnya rahasia dan dikirim langsung dari Solo tiap seminggu sekali. Walaupun begitu, bumbu selalu fresh karena bumbunya sendiri bisa bertahan 2-3 minggu,” tukas Danang.

Menikmati olahan kambing yang legendaris ini tak perlu membuat khawatir bakal merogoh kocek yang dalam. Satu porsi tengkleng dihargai Rp70 ribu. Memang terkesan mahal, tapi kaget dulu. Karena satu porsi tengkleng dapat disantap untuk dua hingga tiga orang.

Dalam menyajikan tengkleng rica-rica, Warung Sate Pak Manto rata-rata menggunakan setengah kilogram daging kambing bahkan sampai lebih. Jadi akan saying jika dihabiskan satu orang sendirian.

Pun menu lain disajikan pula dalam porsi besar. Baik itu sate, sate buntel, maupun nasi goreng kambing. Sehingga jika ingin makan di tempat ini, lebih baik ajak keluarga atau teman.

Salah satu pengunjung Warung Sate Pak Manto, Ekananda, mengaku tak pernah merasa kecewa setiap kali makan di warung ini. Selain rasanya yang mantap, porsinya yang besar jadi pilihan dia mendaku diri sebagai pelanggan setia. Tentu saja, tengkleng rica adalah menu favorit Ekananda.

“Setiap kali saya ingin makan olahan kambing, saya akan ingat tengkleng Pak Manto, maka saya tidak akan memilih tempat lain dan selalu kembali ke sini. Menunya urakan, awur-awuran, enak dan banyaknya, makanya lebih enak ke sini dengan pasangan. Karena satu porsi bisa dibuat berdua atau bertiga,” tutur Ekananda.

Saat berbincang dengan beritajatim.com, Ekananda bersama pasangannya memesan tengkleng rica dan nasi goreng. Keduanya saling berbagi menu masing-masing. Terlihat juga para pelanggan lainnya yang juga datang bersama rombongan, baik keluarga maupun kolega. (adg/beq)


Apa Reaksi Anda?

Komentar