Gaya Hidup

Pilah Sampah, Jika Beruntung Warga Pungging Bisa Temukan Harta Karun

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebagian warga Dusun Kali Tengah, Desa Bangun, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto menggantungkan hidupnya dari sampah.

Tumpukan sampah yang menggunung di beberapa rumah dan lahan kosong milik warga tersebut bisa menjadi harta karun jika beruntung.

Aktivitas tersebut dapat dilihat setiap hari baik di teras rumah maupun lahan warga karena memang sebagian warga desa menggantungkan hidup dari memilah sampah. Sebagian warga lainnya terlihat sibuk memilah-milah sampah plastik yang menumpuk hingga 3 meter.

Warga tak menggunakan alat khusus saat memilah sampah, mereka hanya menggunakan tangan dan alat keruk sederhana. Di dalam tumpukan sampah tersebut, mereka mencari barang-barang bekas yang bernilai ekonomis di antaranya tembaga, almini, dan wadah plastik.

Jika beruntung, mereka bisa mendapatkan harta karun seperti cincin, gelang, dan kalung emas. Bahkan, mereka juga menemukan uang kertas dari berbagai negara. Sampah hasil pilahan tersebut mereka letakkan ke dalam sebuah tong yang terbuat dari plastik dan kayu.

Tong-tong hasil mereka bawa dengan cara dipikul. Sementara sampah plastik yang tidak dipakai mereka bakar dan semerbak bau sampah plastik yang dibakar usai dipilah juga menimbulkan bau cukup menyengat.

Salah satu warga, Riwayati (53) mengatakan, jika ia pernah mendapatkan cincin emas seberat sekitar 7 gram dan kalung emas. “Saya pernah menemukan kalung emas tapi kondisi patah atau putus. Saya jual dengan harga Rp300 ribu, saya juga pernah mendapatkan berlian,” ungkapnya, Minggu (6/1/2019).

Masih kata Riwayati, dalam seminggu ia pernah mendapatkan uang dollar pecahan 20, 50 dan 100. Uang dollar 100 tersebut ia jual dengan harga Rp1,1 juta. Dalam seminggu dia dapat meraup keuntungan Rp3,5 juta. Namun saat tak beruntung, ia pun mengaku rugi karena sampah-sampah tersebut ia beli.

“Sampah-sampah itu kami beli dari pabrik, satu truk besar saya beli seharga Rp300 ribu, satu pick up saya beli Rp150 ribu. Kalau kalau tidak ada barang bagus, sampah plastik itu saya jual lagi ke pabrik tahu dan kerupuk seharga Rp85 ribu. Jadi rugi Rp215 ribu,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu pengepul, Sulyono membenarkan, jika dia sering menerima uang dollar dan perhiasan emas dari warga. “Pernah sampai 40 gram dalam sebulan tapi kondisinya putus-putus. Saya juga pernah menerima jam Rolex dan berlian seharga Rp26 juta dari warga,” katanya.

Masih kata Sulyono, untuk harga tergantung berat, jenis dan kondisinya. Misalnya emas muda harganya Rp200 ribu, emas tua Rp500 ribu. Saat ramai, ia mengaku bisa meraup keuntungan Rp6 juta dalam sebulan. Karena ia menjual kembali ke pengepul lainnya.

“Saya hanya menyimpan beberapa uang dari berbagai daerah di antaranya Kanada, Amerika, Inggris, Oman dan Kuwait dalam kondisi sobek 60 persen tapi masih laku ditukarkan. Saya juga mendapat uang langka pecahan 2 dollar keluaran 1917. Pernah ditawar Rp17 juta oleh kolektor tapi tidak saya berikan,” jelasnya.[tin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar