Mojokerto (beritajatim.com) – Siapa sangka, Warung dan Campground Lembah Baung yang terletak di lereng perbukitan Desa Sajen, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto ini tanpa aliran listrik.
Cahaya kuning dari puluhan lampu LED 5 watt tersebut ternyata berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atau panel surya.
Owner Warung dan Campground Lembah Baung, Khilmi Sabikhisma (25) bukan tanpa alasan menggunakan panel surya sebagai alternatif pembangkit listrik mandiri.
Selain karena tidak ada aliran listrik di sekitar lokasi bekas lahan tegal milik keluarga, pemanfaatan panel surya tersebut untuk menghemat biaya dan ramah lingkungan.
Lembaran panel surya tersebut dipasang di atap bangunan Warung dan Campground yang berguna untuk menyerap sinar matahari dan mengubahnya menjadi listrik. Setidaknya ada sebanyak 10 lembar panel surya dipasang di atap bangunan membujur ke selatan-utara. PLTS tersebut setara dengan 5.500 va.
“Awalnya pakai satu lembar panel surya ini kapasitasnya 100 wp, secara teori mampu ngecas aki baterai sampai 100 ampere tapi tidak 24 jam, maksimal 5 jam saat malam. Di sini sekarang ada tambahan 10 lembar panel surya masing-masing 200 WP, setara dengan 5.500 VA,” ungkapnya, Rabu (4/10/2023).
Karena dinilai kebutuhan akan listrik cukup besar sehingga suami dari Angela Yerosela Ramonda Cahyanti (25) Ini, menambah kapasitas. Sehingga rencananya menambah kapasitas yang sebelumnya setara 450 va menjadi 5.000 watt atau setara 5.500 va tersebut akhirnya berhasil diwujudkan.
“Kemarin terpasang, hari ini sudah mulai nyala. Kenapa harus menambah? Karena harus menghitung kebutuhan beban listrik di sini, seperti lampu, charger dan peralatan eletronik rumah tangga. Apalagi ini kan campground sehingga banyak butuh listrik saat malam hari, apalagi saat banyak yang camping,” katanya.
Menurutnya, meski besar biaya di awal namun untuk selanjutnya ia tak lagi memikirkan pengeluaran untuk listrik. Karena panel surya tersebut bisa bertahan hingga 10 tahun dan hanya membutuhkan perawatan baterai saja. Jika harus pasang listrik baru maka juga tidak akan mudah karena tentunya ada syarat khususnya dari PLN.
“Sekitar 1 KM, di sekitar sini tidak ada aliran listrik karena memang awalnya di sini lahan tegalan. Karena kebetulan lahan sendiri jadi bagaimana memanfaatkan lahan keluarga ini untuk bisa memberikan manfaat bagi orang banyak, tapi memang kendala listrik sehingga benar-benar sudah dipikirkan sebelumnya,” ujarnya.
Baca Juga: Warga Pacet Mojokerto Tewas Tertabrak Truk Tangki Air Saat Bonceng Ibu
Ini lantaran biaya di muka yang dikeluarkan memang tidak sedikit dan itu diakui staf Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Mojokerto ini. Listrik panel menurutnya merupakan investasi dan memerlukan biaya besar tapi selanjutnya ia tidak memikirkan untuk biaya listrik per bulannya.
“Contoh saat pasang listrik PLN karena jarak jaringan jauh sekitar 1 km, kebutuhan pasang kabel dari PLN tentu ada standar. Kita yang beli kabel, PLN hanya menghubungkan jaringan. Biaya juga lebih dari Rp3 juta. PLN dengan 5500 va, setiap bulan bayar listrik sekitar Rp800 ribu sampai Rp1 juta. Dengan panel surya, biaya mahal tapi gak mikir bulanannya lagi,” tuturnya.
Khilmi memaparkan, panel surya setara 5.500 va membutuhkan biaya sekitar Rp41 juta sampai Rp42 juta. Biaya tersebut sudah ia kalkulasi bisa balik modal sekitar 3 tahun sampai 3,5 tahun melihat kebutuhan masyarakat akan berwisata di alam saat ini cukup tinggi dan menjanjikan.
“Ketahanan panel 5-10 tahun, 3-3,5 tahun, modal sudah balik. Kita hanya perlu perawatan di baterai saja. Seperti baterai rusak, mencegah itu juga ada solar charger controller untuk mengontrol tegangan listrik yang dihasilkan panel. Sehingga hanya dibutuhkan di perawatan baterai saja,” terangnya.
“Ini sudah saya buktikan, karena setelah jam 17.45 WIB ada lampu yang saya pasang otomatis menyala saat sinar matahari sudah tidak ada. Setelah itu lampu itu menyala sendiri, berarti setelah pukul 17.45 WIB, sinar matahari sudah tidak ada. Jadi dari listrik, sampai sekitar 10 tahun kedepan tidak memikirkan biaya hanya perawatan baterai saja,” paparnya.
Bapak satu anak ini menjelaskan, jika Warung dan Campground Lembah Baung miliknya tersebut berawal hanya sebuah warung di lereng perbukitan dengan manfaatkan lahan milik keluarga. Namun saat bangunan selesai didirikan sekitar awal tahun 2023 lalu, banyak yang tertarik untuk datang.
“Ini belum beroperasi sempurna karena baru kemarin terpasang semua tapi sebelumnya sudah banyak yang camping di sini. Di sekitar sini ada tiga lokasi (lokasi campground) dengan keunggulan masing-masing dan satu di sini, di tempat kami (Lembah Baung),” urainya.
Di lokasi ini, juga menyiapkan persewaan peralatan camping. Sehingga pengunjung bisa langsung datang tanpa harus membawa peralatan karena di tempatnya peralatan untuk camping cukup lengkap. Bisa dipesan dalam bentuk paket maupun satuan.
“Makanya kami menyarakan untuk reservasi dulu sehingga saat pengunjung datang sudah bisa langsung masuk tenda tanpa harus mendirikan tenda dulu. Kami punya tenaga ahli untuk melakukan ini, peralatan kami mulai dari tenda, matras, sleeping bag, lampu dan ada paketan juga sesuai kebutuhan pengunjung,” jelasnya.
Menurutnya, jika hanya menyewa alat sebagian saja bukan dalam satu paket, di tempatnya juga ada. Ia menawarkan tiga paket harga untuk menikmati Campground di Lembah Baung atau hanya sekedar berpiknik saja. Untuk masuk, ia hanya menerapkan tiket di parkir saja. Untuk piknik sebesar Rp20 ribu dan camping Rp30 ribu.
“Karena lahan milik sendiri sehingga kami bisa main di harga. Luas lahan sekitar 30 m x 60 m bisa muat sampai 30 tenda besar isi empat orang, kalau ukuran tenda ada isi dua orang, empat orang dan enam orang. Parkir maksimal 30 mobil, 50 sepeda motor, kami close order kalau parkir penuh,” tegasnya.
“Awalnya untuk wisata keluarga, karena kita punya lapangan luas lebih daripada yang lain sehingga buka campground, sasaran pasar komunitas atau grup karena nantinya akan ada edukasi panel surya dan pertanian. Jangka panjang pinginnya memberdayakan masyarakat sekitar, opening belum tapi sudah mulai ada pengunjung tapi masih di kalangan lokal. Rencana opening November besok,” pungkasnya. [tin/ted]
Daftar Paket Camping di Lembang Baung :
1. Paket camping M untuk 2 orang Rp120.000
Include :
– Tenda kap 2 orang
– Matras 2
– Tenda kap 4-5
– Matras 2
– Sleeping bag 2 pcs
– Bantal tiup 2 pcs
– Lampu tenda 1 pcs
+ Makan Rpr15.000/orang
2. Paket camping L untuk 4-5 orang Rp175.000
Include :
– Tenda kap 4-5 orang
– Matras 3
– Sleeping bag 4 pcs
– Bantal tiup 4 pcs
– Lampu tenda 1 pcs
+ Makan Rp15.000/orang
3. Paket camping XL untuk 6-7 orang Rp240.000
Include :
– Tenda kap 6-7 orang
– Matras 5
– Sleeping bag 6 pcs
– Bantal tiup 6 pcs
– Lampu tenda 1 pcs
+ Makan Rp15.000/orang









