Gaya Hidup

Kampung Telang Penjaringan, Wisata Alternatif Agar Cinta Lingkungan

Surabaya (beritajatim.com) – Budidaya bunga telang di RT 11 RW IV Wisma Penjaringan Sari, Rungkut, Surabaya, mulai berbuah manis. Di tengah pandemi yang ‘memaksa’ sebagian orang memilih diam, warga di tempat ini bahu membahu memproduksi makanan dan minuman berbahan bunga telang.

“Temuan bunga ini tidak sengaja. Saat kerja bakti, ada warga nemu bunga telang. Ya kami sempat berpikir kalau ini hanya bunga liar biasa,” kata Abdul Rachman, Ketua RT 11 WPS, Minggu (4/10/2020). Dari temuan tidak sengaja itu lalu muncul celetukan jika bunga ini memiliki banyak manfaat. Rachman dan warga pun sibuk mencari referensi di internet.

Dari situ diperoleh info jika bunga telang memiliki banyak khasiat untuk kesehatan. Mulai dari meningkatkan daya ingat, mengatasi gangguan kecemasan, memiliki kandungan antioksidan yang baik untuk memproteksi sel dalam tubuh, membantu menjaga kualitas kesehatan jantung, hingga mengatasi gejala diabetes.

“Tentu manfaat ini butuh kajian lebih jauh. Tapi dari situ kami mulai berpikir untuk membudidayakan bunga telang. Baik untuk kebutuhan warga di internal RT, kampung, atau yang lain,” jelas Rachman lagi.

Dibantu warga RT 11 yang lain, Rachman kemudian mencoba mengembangkan gagasan kebun bunga di sekitar balai RT. Kebetulan, di situ ada warga yang memiliki latar belakang teknik sipil, marketing, dan hobiis bunga.

“Kami bekerja bareng dengan mimpi sama. Tanpa berpikir untung dan rugi. Yang penting jalan. Karena kami yakin, membangun kebun bunga ini akan bermanfaat untuk semua,” jelas pria yang sehari-hari aktif di jasa pengurusan surat kendaraan bermotor ini.

Manfaat yang ia maksud, setidaknya kampung akan lebih indah, hijau, bersih, dan memiliki sumber ekonomi bersama. Saat RT 11 didaftarkan dalam ajang Surabaya Smart City (SSC) 2020, sebuah gelaran untuk melombakan kampung bersih dan inovatif di Surabaya, warga RT 11 pun makin bersemangat. Hasilnya, kampung ini masuk daftar 500 besar, dan bersiap menuju daftar 150 kampung terpilih.

“Di WPS ada dua RT. Masing-masing RT 10 dan 11. RT 10 masuk dengan konsep pengelolaan sampah, RT 11 masuk dengan konsep pengembangan lingkungan lewat Kampung Telang Penjaringan. Dua RT ini sekarang masuk 500 besar,” jelas Rachman bangga.

Wisata Alternatif

Kini, warga RT 11 boleh berbangga dengan hasil kerja keras mereka. Meski masih dalam bentuk sederhana, Kampung Telang Penjaringan (KTP) yang mereka gagas telah tumbuh menjadi kawasan wisata alternatif.

Setiap Sabtu dan Minggu pagi, kawasan KTP sering jadi jujukan warga yang ingin menikmati wisata murah meriah. Pengunjung diajak memetik bunga, memilah biji, hingga menikmati produk kuliner berbahan telang.

“Ibu-ibu di RT kami mencoba mengembangkan produk kuliner baik makanan maupun minuman berbahan telang. Ada kue basah, nasi bakar, dan yang populer minuman telang dalam botol,” jelas Rachman.

Minuman dalam kemasan botol itu diramu dari sari bunga telang, madu, dan jeruk lemon. Beberapa tamu yang datang ke KTP biasanya memborong minuman untuk keluarga di rumah. Maklum, selain rasanya yang segar, minuman berlabel ‘Telas’ ini dipercaya bisa membantu memperkuat sistem imun yang penting di masa pandemi.

“Ke depan kami akan membuka paket wisata edukasi di KTP. Baik untuk warga dalam Wisma Penjaringan Sari, atau yang lain. Termasuk siswa dan anak didik, agar melek lingkungan,” tegas Rachman. [way/suf]

Foto-foto Kampung Telang Penjaringan klik Visual Beritajatim.com





Apa Reaksi Anda?

Komentar