Surabaya (beritajatim.com) – Setelah sempat menepis dugaan, PT Perusahaan Gas Negara (PGN) akhirnya mengakui bahwa semburan air berbau gas yang muncul di sungai Rungkut Madya Utara, Surabaya, berasal dari kebocoran jaringan pipa milik mereka. Pengakuan ini muncul menyusul kepanikan warga yang sempat khawatir tragedi serupa lumpur Lapindo Porong terulang.
Hedi Hedianto, General Manager, Sales and Operation Region III PT PGN Tbk, mengonfirmasi status kebocoran tersebut.
“Sebagai langkah pengamanan bagi masyarakat dan aset jaringan, PGN melakukan penutupan aliran gas pada Jumat (17/10/2025) pukul 17.00, dan sejak saat itu semburan telah berhenti sepenuhnya,” ujar Hedi, Sabtu (18/10/2025).
Sebelumnya, PGN menyatakan tidak ada indikasi kebocoran dari pipa mereka setelah pemeriksaan awal. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa penghentian semburan hanya terjadi setelah aliran gas dari pipa PGN ditutup.
Warga Panik, Bau Menyengat Tercium Sejak Dua Hari
Kepanikan sempat memuncak di kalangan warga sekitar Rungkut dan Gunung Anyar. Wilayah ini memang dikenal memiliki kandungan gas bumi aktif sejak era kolonial Belanda. Bau menyengat gas metana tercium kuat bahkan sebelum gelembung air muncul di sungai.
Titis, salah seorang warga sekitar kawasan Yakaya, Rungkut menuturkan bahwa bau tak sedap itu sudah tercium sejak dua hari sebelum semburan gelembung air terlihat, tepatnya sejak Selasa (14/10/2025).
“Beberapa sampah plastik di sekitar sungai tampak gosong,” tambahnya, menunjukkan tingkat bahaya kebocoran tersebut.
Keresahan warga makin menjadi saat PGN awalnya menampik tanggung jawab, memicu ketakutan bahwa kawasan Rungkut akan mengalami musibah serupa lautan lumpur di Porong, Sidoarjo.
“Semoga kasus ini tidak terulang lagi. Ini membuat kami takut tinggal di sekitaran Rungkut. Semoga PGN segera menanganinya dengan baik dan cepat,” harap Subandi, warga Rungkut Mapan.
Meskipun mengakui kebocoran, Hedi Hedianto memastikan pelayanan gas bumi kepada pelanggan tetap berjalan normal dan tidak mengalami gangguan. PGN berjanji akan terus melakukan pemantauan dan melanjutkan investigasi mendalam untuk menemukan penyebab pasti kebocoran pipa tersebut.[rea]






