Gaya Hidup

Gunung Bromo, Delman Bakal Jadi Andalan Terminal Wisata Tumpang

Malang (beritajatim.com) – Pembangunan Terminal Wisata Tumpang, Kabupaten Malang sudah rampung. Kios dan fasilitas umum lainnya mulai terpenuhi. Selanjutnya, untuk menarik sebanyak mungkin wisatawan, fasilitas tambahan yang dapat memanjakan pelancong nantinya adalah keberadaan Delman atau Dokar Wisata.

Adanya fasilitas dokar wisata tersebut, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara, memberikan apresiasi. Pihaknya sangat mendukung upaya yang dilakukan untuk pengembangan pariwisata di Kabupaten Malang.

“Kami sangat apresiasi dengan adanya dokar wisata ini. Kalau memang itu terjadi, kami akan support. Minimal nanti seragam kaos yang sama kepada mereka (kusir, red). Sehingga nanti bisa dibedakan, dokar wisata dan dokar untuk umum,” ungkapnya, Rabu (16/12/2020).

Upaya tersebut disampaikan Made, bahwa akan melakukan komunikasi serta koordinasi lebih lanjut dengan jajaran Dishub Kabupaten Malang yang menginisiasi adanya Terminal Wisata Tumpang.

“Salah satunya terkait rute dokar wisata itu juga penting dan harus ditetapkan oleh teman-teman Dishub untuk menuju ke destinasi wisata,” bebernya.

Made melanjutkan, terkait rute dokar wisata pihaknya lebih menyarankan ke beberapa tempat destinasi wisata yang tidak terlalu jauh dan untuk aksesnya memang dapat dilalui oleh dokar.

Destinasi wisata tersebut dikatakan Made seperti beberapa Candi yang terletak di wilayah Tumpang dan sekitarnya, di mana destinasi wisata tersebut memiliki nilai budaya dan sejarah yang sangat tinggi.

“Mungkin nanti destinasinya hanya beberapa candi saja yang kita jual. Kita jual budaya, kita jual sejarahnya. Kita cari lokasi yang tidak begitu panjang dan jauh. Ada Candi Jago, kemudian Candi Kidal,” tegasnya.

Alasan Made menyarankan agar memilih rute dan destinasi wisata yang mudah dijangkau dan tidak terlalu jauh, karena para wisatawan tersebut berada di Terminal Wisata Tumpang untuk menunggu waktu menuju destinasi wisata Gunung Bromo.

“Karena mereka kan mungkin sebentar ya. Sambil menunggu waktu menuju Bromo, itu mungkin ada beberapa lokasi yang bisa dikunjungi,” imbuhnya.

Sementara itu, terkait peran Disparbud Kabupaten Malang, selain nantinya dimungkinkan akan memberikan seragam bagi kusir dokar wisata, juga akan dilakukan pembekalan materi kepada seluruh kusir dokar wisata.

“Mereka (kusir, red) juga harus dikasih wawasan tentang obyek kita. Mungkin dia harus ke Candi Jago, itu ceritanya seperti apa, itu yang harus kita bekali. Kita akan koordinasi dengan teman-teman Dishub. Nanti untuk pembekalan materi kami siap kumpulkan,” ulasnya.

Pembekalan materi pun akan diberikan kepada beberapa kusir dokar wisata. Karena di tahap awal, Made mengatakan akan ada tahapan percobaan untuk pengoperasian dokar wisata dengan menggunakan lima dokar wisata terlebih dahulu.

“Kita coba dulu, bagaimana respon dari masyarakat. Otomatis kalau sudah dapat respon dari masyarakat itu, kita harus koordinasi dulu dengan lima orang itu. Jadi kusir harus cerita terkait destinasi wisata yang dituju. Kita harus berikan masukan dan materi agar kusir itu minimal harus ramah,” pungkasnya. [yog/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Coba Yuk, Snack Berlumur Saus Hummus

Rela Tinggalkan Dokter Spesialis

Ngobrol dengan Komunitas Berbagi di Surabaya