Blitar (beritajatim.com) – Sebanyak 6 ribu warga Kabupaten Blitar menderita penyakit jantung. Penyebabnya yakni gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat.
Dari data yang dimiliki oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, mayoritas penderita penyakit jantung awalnya dipicu oleh penyakit lain seperti hipertensi hingga diabetes. Tekanan darah tinggi serta kadar gula berlebihan membuat kerja jantung menjadi lebih berat.
“Bila ada penderita hipertensi, baik yang melakukan kontrol atau tidak, pasti jantungnya kena efek samping. Bahkan, diabetes yang tidak ditangani sejak dini akan terkena penyakit jantung. Sehingga cukup kompleks,” ujar Subko Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinkes Kabupaten Blitar, Hyndra Satria, Rabu (14/8/2024).
Mayoritas penderita penyakit jantung ini berusia 45 tahun ke atas. Banyaknya usia produktif yang terkena penyakit jantung ini tidak lepas dari gaya hidup dan pola makan yang salah.
Banyak jenis penyakit jantung di antaranya jantung bawaan, jantung koroner, endokarditis, dan aritmia. Bahkan pada kasus yang sudah cukup parah terpaksa harus dipasang ring. Maka, perlu mewaspadai pola hidup dan makanan.
Dampak penyakit jantung cukup fatal bagi kesehatan dan nyawa. Kementerian Kesehatan sudah menganjurkan untuk mendeteksi lebih dini semua penyakit tidak menular (PTM), termasuk penyakit jantung ini. Tujuannya agar dapat segera ditangani dengan tepat dan cepat sehingga sembuh dari penyakit tersebut.
“Orang yang olahraga juga bisa terkena jantung. Olahraga memang sangat dianjurkan, namun jangan terlalu diforsir. Harus mengerti batas kemampuan dan kebutuhan tubuh. Karena ketika olahraga, jantung dapat bekerja lebih keras dari biasanya. Maka dari itu, cukup dengan olahraga ringan saja,” pungkasnya. (owi/but)






