Pasuruan (beritajatim.com) – Garasi rumah yang terletak di pinggiran sungai Duren Desa Mangguan, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasurua, ambrol. Hal ini dikarenakan derasnya debit air di sungai yang sangat kencang.
Kencangnya air dikarenakan hujan lebat yang turun tak kunjung reda. Akibatnya satu mobil dan dua sepeda motor yang berada di dalam garasi terjatuh dan masuk ke dalam sungai.
Hal ini disampaikan oleh Kepala BPBD kabupaten Pasuruan, Ridwan Harris. Menurut Harris, garasi yang ambrol itu milik M. Ali Yazid warga Rt. 02 Rw. 06, Dusun Duren, Desa Mangguan, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan.
“Garasi tersebut berada dekat dengan sungai, dan penyanggah garasi yang tidak bisa menahan debit air akhirnya ambrol. Namun dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa, hanya kendaraan warga yang jatuh,” kata Haris.
Kendaraan Ali yang masuk kedalam sungai yakni satu unit mobil Toyota Avanza. Sedangkan kedua kendaraannya yakni Honda Vario dan Yamaha Jupiter juga ikut jatuh di dalam aliran sungai.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pasuruan”]
Harris menambahkan bahwa mulanya Ali bersama keluarga sedang beristirahat. Namun, sesaat sebelum ambrol, dirinya sempat merasakan getaran didalam rumahnya.
Ali yang panik langsung menyelamatkan keluarganya ke depan rumah. Namun, dapur Ali sudah ambles ke dalam aliran sungai.
Sementara itu, Kades Mangguan, Nasor menyatakan sebelum tanah longsor terjadi, debit aliran sungai di Dusun Duren sempat naik karena hujan deras. Derasnya aliran sungai mengakibat pondasi tanah di pinggir sungai ambrol.
“Tadi ada banjir tapi ndak seberapa besar cuman arusnya cukup deras. Korban jiwa tidak ada cuman material satu unit mobil dua unit sepeda motor,” ujar Nasor.
Hingga kini, sejumlah warga dan petugas BPBD Kabupaten Pasuruan masih berupaya melakukan evakuasi mobil dari dasar sungai. [ada/but]






