Turin (beritajatim.com) – Kebersamaan Thiago Motta dan Juventus hanya seumur jagung. Dini hari tadi, allenatore yang membawa Bologna FC finis di 4 besar Serie A musim lalu itu resmi dipecat.
Hasil buruk jadi faktor utama pemecatan Motta. Di Serie A, Juve masih tertahan di posisi 5 dengan 52 poin. Ironisnya, yang ada di tempat keempat adalah Bologna dengan 53 poin.
Juve juga payah tersingkir di perempat final Coppa Italia, playoff knockout Liga Champions, dan semifinal Supercoppa Italiana. Bisa dibilang, musim Juve telah berakhir untuk meraih gelar.
“Aku malu telah memilihmu (Motta, Red),” papar direktur Juve Cristiano Guintoli dilansir Football Italia.
Posisi Motta digantikan oleh Igor Tudor. Mantan bek tengah Bianconeri itu berperan sebagai pelatih karteker hingga akhir musim ini. Tetapi, kontrak Tudor bisa diperpanjang semusim lagi jika dia membuat Juve finis di 4 besar musim ini.
Tetapi, sebenarnya Tudor juga bukan pilihan meyakinkan berdasarkan rekor melatih di Italia. Sebelumnya, dia pernah melatih SS Lazio musim lalu yang hanya bertahan dua bulan (18 Maret 2024-8 Juni 2024). Bersama Hellas Verona musim 2021–2022 dia juga tidak bertahan lama (14 September 2021-28 Mei 2022). Hal serupa terjadi dalam dua periode melatih Udinese pada 24 April 2018 – 7 Juni 2018 dan 20 Maret 2019-1 November 2019.
Jika Tudor gagal membawa Juve finis 4 besar di akhir musim ini, manajemen juga telah membidik beberapa nama top untuk musim depan. Antara lain Roberto Mancini, Stefano Pioli, dan Antonio Conte. (dio/ian)






