Jember (beritajatim.com) – Ganjarian Jawa Timur percaya Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) tak akan menjatuhkan sanksi berat kepada Indonesia. Mereka meminta pembinaan sepak bola Indonesia tetap berjalan sebagaimana diharapkan Presiden Joko Widodo pasca Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022.
Agus Hadi Santoso, Komandan Ganjarian Teritorial Jatim, meminta PSSI tidak pesimistis setelah FIFA membatalkan posisi Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U20. “Kami tidak yakin FIFA akan menjatuhkan sanksi berat,” katanya, Kamis (30/3/2023).
Baca juga:
Ganjarian Jatim: Pak Ganjar Jaga Marwah Prinsip Negara
Agus mengacu pada isi surat FIFA sendiri yang menyatakan, ‘bahwa terlepas dari keputusan tersebut, FIFA tetap berkomitmen untuk aktif membantu PSSI, bekerja sama erat dan dengan dukungan pemerintahan Presiden Widodo, dalam proses transformasi sepakbola Indonesia pascatragedi yang terjadi pada Oktober 2022’.
Indonesia sebenarnya dijadwalkan menjadi tuan rumah Piala Dunia U20 pada 20 Mei – 11 Juni 2023. Namun gelombang penolakan terhadap tim Israel terjadi beberapa pekan terakhir. Salah satunya dilakukan Ganjar Pranowo.
Baca Juga:
Timnas Israel dalam Jepitan Diplomasi Internasional dan Intrik Politik Domestik Indonesia
Ganjar ingin penyelenggaraan Piala Dunia U-20 bisa dilakukan tanpa mengorbankan komitmen bangsa Indonesia untuk mewujudkan kemerdekaan Palestina merdeka dan tetap menjaga kedamaian sosial-politik di dalam negeri Indonesia.
“Kita sudah tahu bagaimana komitmen Bung Karno terhadap Palestina, baik yang disuarakan dalam Konferensi Asia Afrika, Gerakan Non Blok, dan maupun dalam Conference of the New Emerging Forces. Jadi kita ikut amanat beliau. Penting bagi kita untuk tetap menyuarakan dukungan kita kepada perjuangan Palestina merdeka,” kata Ganjar. [wir]






