Ngawi (beritajatim.com) – Ganjar Pranowo sempat istirahat sejenak di Kediaman Plh Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Budi ‘Kanang’ Sulistyono di Jalan Hasanuddin, Kelurahan Margomulyo, Kecamatan/Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Minggu (16/7/2023).
Di rumah Mas Kanang, Ganjar lagi-lagi diajak foto bersama beberapa kader PDIP dan masyarakat. Pun, saat itulah dia menjawab soal Cawapres. “Ya tunggu aja ya nanti,” kata Ganjar.
Dia mengatakan semua masih berproses. Masih ada beberapa dialog-dialog. Tujuannya untuk memantapkan siapa nanti cawapres yang mendampinginya dalam Pilpres pada 14 Febrari 2024 nanti.
“Ya harapannya nanti sesuai dengan apa yang sudah dirembug,” kata Ganjar kemudian berlalu untuk bersiap menuju ke GOR Bung Hatta untuk menghadiri acara Temu Kangen Barisan RT.
Sebelumnya, Plh Ketua DPD PDIP Jawa Timur Budi ‘Kanang’ Sulistyono turut hadir dalam Safari Politik Ganjar Pranowo di Kepatihan Ngawi, Minggu (16/7/2023). Pun, agenda Kanang bertemu dengan warga Ngawi sudah direncanakan. Tujuannya untuk mendekatkan hati Ganjar Pranowo dengan hati masyarakat Ngawi.
“Ini untuk mendekatkan hati Mas Ganjar dengan masyarakat Ngawi khususnya. Ngawi ini kan salah satu wilayah Mataraman. Ya tentu saja Mas Ganjar ini cocok memimpin Indonesia ya,” kata Kanang usai acara Parade Reog dan Launching Sambel Welut bersama Ganjar di Kepatihan Ngawi, Jawa Timur, Minggu (16/7/2023).
Baca Juga: Temu Kangen Baret , Ganjar Apresiasi Pertemuan RT Terbesar di Ngawi
Kanang melihat ada kemistri yang cocok antara Ganjar dengan masyarakat Mataraman khususnya Ngawi. Karenanya, Kanang merasa, siapapun nanti calon wakil presiden (Cawapres) yang mendampingi Ganjar dalam Pilpres 2024 bakal direstui.
“Wakilnya siapa saja nanti gak akan masalah. Karena porsi wakil ini sangat kecil. Yang penting adalah bagaimana pimpinan dalam hal ini presiden bisa menyatu dengan masyarakat. Karenanya tadi kami juga sudah undang Kepala Desa se-Jawa Timur,” lanjut mantan Bupati Ngawi dua periode tersebut.
Dia memandang, Ganjar dianggap mampu dan cocok untuk meneruskan Joko Widodo nantinya.
Sebelumnya diberitakan, Ganjar Pranowo mengapresiasi masyarakat Ngawi yang antusias menonton Parade Reog di Kepatihan Ngawi, Minggu (16/7/2023). Khususnya, anak- anak muda yang menari reog bersama Ganjar.
Pun, dia mendorong anak-anak muda yang hobi bermain game, agar mengembangkan karakter game yang merupakan Reog.
“Bukan tak mungkin bagi anak-anak muda yang hobi main game. Reog bisa dijadikan karakter dalam game. Jadi yang main game bisa tahu, ini karakter yang identik kesenian dari mana, dari Indonesia, yakni Jawa Timur, tepatnya Ponorogo,” kata pria yang menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah itu , Minggu (16/7/2023).
Dia mengharapkan, jika nanti ada game dengan karakter Reog bisa membuat anak-anak semakin bangga. Pria yang memfavoritkaan klub sepak bola Manchester United itu percaya jika anak muda bisa mengembangkannya. Sehingga, kesenian Reog bisa lebih terkenal dengan cara apa saja.
Sebelumnya diberitakan, ribuan warga Ngawi antusias menari reog bersama Ganjar Pranowo di Kepatihan Ngawi, Minggu (16/7/2023). Ganjar didampingi Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, Wabup Ngawi Dwi Rianto Jatmiko menari reog bersama 33 kelompok kesenian reog dan warga.
Terlihat Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mencontohkan gerakan tarian dengan membawa tali warok. Ganjar pun mengikuti gerakan itu meski belum tahu betul. Usai menari bersama, Ganjar pun dirubungi warga yang lagi-lagi ingin berfoto dan berjabat tangan.
Petugas kembali repot dengan antusias warga yang begitu semangat ingin menyambut Ganjar. Pun, Ganjar diundang ke panggung untuk memberikan sambutan.
Dalam sambutannya, Ganjar mengapresiasi betul bagi para pegiat seni teog dan warga tang sudah datang ke Kepatihan Ngawi. Meski Reog bukan kesenian asli Ngawi, dia mengapresiasi masyarakat yang melestarikan reog.
“Kalau kita orang luar Ngawi itu, mengenalnya Kartonyono. Kalau Reog itu kan di Ponorogo ya. Ponorogo sudah menyiapkan acara Reog yang lebih besar. Reog sudah terkenal di mana-mana. Bahkan sampai Suriname. Yang ada di lapangan ini, adalah anak-anak bangsa yang bangga dan mencintai seni dan budaya Indonesia. Saya lihat tadi anak-anak muda itu menari dengan wajah yang seneng sekali,” kata Ganjar saat memberikan sambutan.
Setelah memberikan sambutan, Ganjar diajak Bupati Ngaei Ony untuk melaunching menu makanan tradisional khas Ngawi Sambel Welut.
“Padi di Ngawi sudah ditanam dengan cara organik, ekosistem sawah pun kembali bagus. Hingga kini banyak belutnya. Nah ini, jadi nilai plus bagi masyarakat. Dengan banyaknya belut, maka bisa jadi makanan olahan,” kata Bupati Ngawi Ony.
Pun, kemudian mereka mengajak warga untuk makan sambal welut bersama. Tersedia total 5.000 porsi untuk dimakan bersama masyarakat.
Kemudian, Ganjar juga meletakkan batu pertama untuk pembangunan Joglo Budaya Kabupaten Ngawi yang bersebelahan dengan Pendapa Kepatihan Ngawi. Setelah itu, Ganjar bertolak ke kediaman Plh Ketua DPW PDIP Jawa Timur Budi ‘Kanang’ Sulistyono di Jalan Hasanuddin Kelurahan Margomulyo, Ngawi. [fiq/ted]






