Ponorogo (beritajatim.com) – Dari 51 paket pekerjaan yang dibiayai dari pinjamam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), ada satu paket pekerjaan yang terpaksa dilakukan lelang ulang oleh unit layanan pengadaan (ULP). Paket pekerjaan yang dilelang ulang itu adalah proyek perbaikan jalan Tamansari-Wilangan di Kecamatan Sambit.
“Ada satu paket pekerjaan yang dilakukan lelang ulang, yakni proyek perbaikan jakan Tamansari-Wilangan,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Ponorogo, Jamus Kunto Purnomo, Sabtu (17/9/2022).
Jamus, sapaan karibnya, mengatakan lelang ulang itu bukan tanpa sebab. Pasalnya, proyek perbaikan jalan senilai Rp 692 juta itu, setelah dilakukan evaluasi, terjadi gagal kontrak dengan rekanan pelaksana yang memenangkan tender. Hal itu dikarenakan dari hasil evaluasi ada hal yang tidak memenuhi syarat.
“Kebetulan saat lelang proyek perbaikan jalan Tamansari-Wilangan Kecamatan Sambit tersebut, pemenangnya hanya satu rekanan saja, tidak ada cadangan 1, cadangan 2 atau cadangan 3,” katanya.
Sebenarnya, jika dulu banyak peserta yang ikut untuk satu titik tersebut, maka saat terjadi pemenang gagal kontrak, bisa diberikan kepada pemenang lelang di cadangan 1 atau cadangan 2 dan cadangan 3. Seperti yang terjadi di 5 paket pekerjaan lainnya. Dimana dari 5 paket pekerjaan itu, pemenang tendernya tidak memenuhi persyaratan.
Sehingga paket pekerjaan itu diberikan kepada pemenang diurutan dibawahnya. “Jadi sebenarnya ada 6 paket pekerjaan yang pemenangnya gagal kontrak. Namun 5 paket pekerjaan diantaranya, diberikan urutan di bawahnya. Sehingga tidak perlu dilakukan lelang ulang,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”infrastruktur”]
DPUPKP Ponorogo, kata Jamus, sudah mengirimkan berkas lelang ulang itu ke unit pengadaan lelang (UPL) dan batas penawaran lelang pada tanggal 22 September nanti. Meskipun harga bahan bakar minyak (BBM) naik, harga penawaran lelang akan tetap sama yang dulu, yakni Rp 692 juta.
Sementara 45 pemenang lelang untuk proyek perbaikan jalan yang dibiayai dari pinjaman PEN ini sudah on progress. Bila sesuai jadwal yang ada, maka proses pekerjaan fisik baru bisa dilakukan pada Minggu ke tiga bulan September atau akhir September. “Kita akan semaksimal mungkin untuk perbaikan jalan ini,” pungkasnya. [end/suf]






