Kediri (beritajatim.com) – Maling pupuk di Perkebunan Nusantara X Dusun Sumberlumbu Desa Margourip Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri berhasil ditangkap satpam.
Maling tersebut adalah seorang pria berinisial RH (37) warga Dusun Sumberlumbu Desa Margourip Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri.
Kapolsek Ngancar AKP Chardi Kukuh Wicaksono mengatakan, penangkapan maling pupuk ini dilakukan oleh satpam perkebunan yang kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian.
“Dari keterangan RH pada saat melakukan aksinya tidak sendirian dan dibantu oleh temannya yang saat melarikan diri,” kata AKP Chardi Kukuh, Rabu (24/5/2023).
BACA JUGA : Ngumpet di Kamar Mandi, Maling Kotak Amal di Kediri Akhirnya Menyerah
Tertangkapnya RH berawal dari kecurigaan Satpam Perkebunan Nusantara X. Pada saat itu, Sabtu malam (20/5/2023), Satpam sedang melakukan patroli untuk mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan.
Satpam Perkebunan Nusantara X melakukan patroli di area Gudang penyimpanan pupuk.
“Pada saat itu saksi Satpam ini memergoki RH dan dua temannya sedang menaikkan pupuk di kendaraan sepeda motor. Diantaranya dua pupuk satu sepeda motor dan satu pupuk sepeda motor,”terang AKP Chardi Kukuh.
BACA JUGA : LMI Gandeng Yayasan Nurul Islam Pare Kediri Latih Puluhan Guru
Mendapati pupuk di gudang dicuri, Satpam tersebut langsung berteriak maling sambil mengejar para pelaku. Apesnya, RH yang pada saat itu tidak bisa melarikan diri akhirnya tertangkap basah oleh Satpam itu.
“Terduga pelaku RH kita amankan dan dimintai keterangan. Kami langsung melakukan penyelidikan untuk mencari barang bukti pupuk yang disimpan RH hasil curiannya,”tutur Kapolsek.
Dari hasil penyelidikan itu, petugas unit Reskrim Polsek Ngancar berhasil menemukan 13 sak pupuk. Belasan sak pupuk itu dicuri di tempat yang sama oleh RH dan temannya.
BACA JUGA : Simpan Mayat Bayi di Jok Motor, Pasangan Remaja di Kediri Berurusan Polisi
“RH beraksi dua kali bersama temannya yang saat ini kabur. Mereka melakukan aksinya itu pada Kamis kemarin dan Sabtu. Untuk barang bukti 13 sak pupuk belum sempat terjual,”ungkap AKP Chardi Kukuh. [nm/ted]






