Pasuruan (beritajatim.com) – Tiga anak kecil di Kabupaten Pasuruan meninggal dunia akibat gagal ginjal akut. Menyikapi peristiwa itu, DPRD Kabupaten Pasuruan mendesak Pemkab untuk lebih tanggap dalam menangani situasi.
Hal ini disampaikan oleh Muhammad Zaini, anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan. Zaini mengatakan bahwa harus mempunyai sikap dalam penyakit misterius yang menyerang Indonesia, khususnya Kabupaten Pasuruan.
“Sejauh ini, kami melihat Pemkab Pasuruan relatif pasif. Padahal, daerah lain sudah bergerak dengan melakukan razia terhadap apotek di wilayahnya masing-masing,” ujarnya.
Zaini berharap Pemkab Pasuruan melakukan sidak kepada apotek yang masih menjual obat sirup. Juga melakukan sosialisasi yang jelas bagi masyarakat terkait gagal ginjal akut.
Hal ini bertujuan, untuk memberi pemahaman kepada masyarakat. Tentang apa itu gagal ginjal akut, pencegahannya dan cara mengatasinya.
Tak hanya Zaini, anggota lain dari komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan juga berpendapat sama. Ia menilai, Pemkab Pasuruan harus segera turun tangan dengan munculnya kasus tersebut.
Bukan hanya sosialisasi kepada masyarakat untuk memberikan pemahaman berkaitan dengan gagal ginjal akut tersebut. Lebih dari itu, juga melengkapi fasilitas kesehatan yang ada di Rumah Sakit Daerah.
“Selama ini kan, harus dirujuk ke RS Dr. Soetomo Surabaya atau ke RSSA Malang. Harusnya, fasilitas kesehatan di RS daerah, misalnya RSUD Bangil dilengkapi dengan baik. Agar, bisa ditangani dan tidak ada keterlambatan dalam penanganannya,” papar dia.
[berita-terkait number=”4″ tag=”gagal-ginjal-akut”]
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan, Shobih Asrori bakal memanggil Dinas Kesehatan serta pihak rumah sakit. Hal ini ditukukan untuk mempertanyakan soal kasus gagal ginjal akut tersebut.
Mulai dari kasus yang sudah terjafi hingga antisipasi yabg dilakukan oleh Pemkab Pasuruan. Begitupula kesiapan rumah sakit dalam menghadapi munculnya kasus gagal ginjal akut.
“Kami akan agendakan untuk meminta kejelasan berkaitan dengan kasus gagal ginjal akut tersebut. Pihak-pihak terkait, seperti Dinas Kesehatan akan kami panggil,” bebernya.
Sampai saat ini Ani Latifa,Dinkes Kabupaten Pasuruan masih belum memberikan keterangan secara khusus. Saat dihubungi melalui pesan singkat dirinya sedang berada diluar kota. “Saya lagi di Jogja” katanya singkat. [ada/but]






