Kediri (beritajatim.com) – Misteri pembunuhan gadis di Kediri yang jasadnya ditemukan di kamar mandi rumah pacarnya, Deasy Rahmasari (19) terkuak. Remaja putri asal Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur itu ternyata dihabisi calon kakak iparnya sendiri.
Kapolres Kediri AKBP Bimo Ariyanto S.I.K melalui Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Fauzy Pratama mengatakan pihaknya sudah menangkap Nova Susilo (29) warga Pare. Nova tak lain adalah kakak dari Andi Hermawan alias Sinyo, pacar Deasy.
“Terduga pelaku sudah tertangkap,” kata AKP Fauzy singkat, Selasa (27/2/2024).
Penyidik Satreskrim Polres Kediri masih menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Pelaku dimintai keterangan terkait motif membunuh korban, yang juga calon adik iparnya sendiri.
Sebelumnya, muncul isu perselingkuhan di tengah kasus pembunuhan Deasy. Korban diduga memiliki hubungan gelap dengan pelaku yang sudah beristri.
Kabar adanya asmara terlarang itu disampaikan oleh warga sekitar tempat tinggal Andi Hermawan, pacar korban di Jalan Letjen Sutoyo RT 40 RW 11, Kelurahan Pare, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri.
“Kabarnya diam-diam Deasy in juga berhubungan dengan kakaknya,” ujar warga yang minta identitasnya disembunyikan, pada Senin (26/2/2024).
Deasy dan Noval sempat terlibat tertikaian sewaktu kejadian, pada Sabtu (24/2/2024) lalu. Awalnya mereka hanya cek cok mulut, tapi kemudian berujung pada penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal.
Sementara itu, saat kejadian pacar korban sedang tidak ada di rumah. Andi Hermawan tengah pergi memancing ikan.
“Kakak dari pacar Deasy ini sebenarnya sudah kontrak, terpisah dengan istrinya. Tapi masih di kampung itu. Kabarnya masih sering kesana, dan diam-diam ketemu sama Deasy,” imbuh sumber tersebut.
Sebelumnya, Polres Kediri memastikan Deasy tewas karena dibunuh. Hal itu diperkuat oleh hasil otopsi RS Bhayangkara Kediri yang menyebut korban kekurangan oksigen akibat penganiayaan.
“Hasilnya menunjukkan indikasi adanya asfiksia yakni, kondisi kekurangan oksigen yang diduga menjadi penyebab kematian korban,” ujar Kasat Reskrim AKP Fauziy.
Kekurangan oksigen yang dimaksud ini terjadi karena luka pada bagian leher korban yang ternyata dialami saat korban masih hidup. Hal ini kemudian menjadi dasar pihak kepolisian menyatakan, korban meninggal akibat mengalami penganiayaan.
Sebelumnya, jasad Deasy pertama kali ditemukan oleh Iwan Susanto, paman dari Andi Hermawan sewaktu pulang dari berdagang nasi goreng, pada Sabtu (24/2/2024) pukul 22.00 WIB. Saat hendak ke kamar mandi, suami Wiwik itu terkejut melihat sosok gadis tergeletak di depan kamar mandi.
Iwan merupakan saudara dari Handi Santoso, ayah dari Andi Hermawan. Keduanya tinggal bersebelahan rumah dengan kamar mandi bersama di Jl. Letjen Sutoyo RT 40/RW 11, Kelurahan Pare, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. [nm/aje]






1 Komentar
Sepandai-pandai menyimpan bangkai, pasti akan ketahuan juga. Menurut saya kemungkinan almarhumah pernah melakukan perbuatan nista dengan pelaku, dan meminta pertanggungjawaban akibat perbuatan haram tersebut, namun pelaku tidak bersedia bertgjawab hingga akhirnya gelap mata dan mengakhiri hidup korban. Wallahualam maaf jika saya salah. Semoga almarhumah diampuni dosa2nya oleh Allah SWT.