Jember (beritajatim.com) – Gusfan Halik, doktor Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik (FT) Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengembangkan metode untuk memprediksi ketersediaan air sungai. Metode ini salah satu upaya untuk mengantisipasi banjir akibat curah hujan tinggi.
Gusfan bersama Sri Wahyuni dan Wiwik Winarni dari tim peneliti hidroteknik mengembangkan metode Water Neural Network (WNN). Metode ini menggabungkan kecerdasan buatan (artificial intellegent) dengan data sirkulasi atmosfer. Metode ini diharapkan mampu memprediksi debit dan limpasan air di daerah aliran sungai (DAS) dengan lebih tepat.
“Kami mengembangkan metode WNN yang memadukan prediksi debit dan limpasan air di DAS dengan data sirkulasi atmosfir hasil pantauan satelit cuaca NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration),” kara Gusfan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”unej”]
Satelit NOAA adalah satelit meteorologi milik Amerika Serikat yang bertugas memantau dan mengambil data serta informasi mengenai keadaan fisik lautan dan atmosfer. Data ini dimanfaatkan untuk meramalkan cuaca harian dan dapat diterapkan secara luas pada pemantauan lahan dan perairan.
Data dan informasi tersebut dapat digunakan untuk membuat peta suhu permukaan laut yang berguna untuk pengawasan iklim, studi El Nino, deteksi arus laut serta peta tutupan awan untuk estimasi curah hujan. Data yang diperoleh satelit NOAA ini bisa diakses oleh peneliti dengan persyaratan tertentu.
Gusfan menegaskan, metode WNN ini lebih akurat. “Ini karena data berapa curah hujan yang akan turun ke bumi pun sudah diketahui semenjak masih ada di atmosfer,” katanya, sebagaimana dilansir Humas Unej, Jumat (30/12/2022).
Gusfan sudah mencoba metode WNN ini untuk mengukur debit air dan limpasan air di DAS Sampean Baru yang meliputi Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Situbondo. Dengan menggunakan metode WNN, hasil prediksi debit air mencapai korelasi 0,925, yang artinya mendekati data debit air dengan cara observasi.
Inovasi Gusfan dan kawan-kawan ini dituangkan dalam makalah berjudul “Model Prediksi Ketersediaan Air Menggunakan Data Sirkulasi Atmosfer”. Makalah ini dipresentasikan oleh tim peneliti hidroteknik Program Studi Teknik Sipil FT Universitas Jember dalam ajang pertemuan ilmiah tahunan Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI) 2022 di Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat, akhir Oktober 2022. [wir]






