Surabaya (beritajatim.com) – Industri hiburan Jepang tengah diselimuti rasa duka lantaran kehilangan sosok legendaris Fujiko A. Fujio atau Mooto Abiko. Kreator manga tersebut dikabarkan menghembuskan nafas terakhirnya di usia 88 tahun pada Kamis, 7 April 2022.
Polisi yang awalnya menerima panggilan darurat langsung menuju ke rumah Fujio yang berada di daerah Kawasaki, Kanagawa, Jepang. Sesampainya di lokasi, polisi menemukan mendiang dalam keadaan tidak sadarkan diri. Dan ternyata Fujio telah tiada.
Hingga saat ini, belum diketahui apa penyebab pasti kematian dari Fujio, polisi pun masih menyelidiki secara mendalam.
Belum lama kabar ini tercuat, tagar RIP Legend sudah menjadi trending topic di media sosial Twitter. Banyak orang turut merasa kehilangan dengan kepergian Fujio.
“RIP Legend, dahulu aku selalu menonton anime karya Fujiko Fujio setiap Minggu pagi. Terima kasih atas kenangan yang diberikan semasa kanak-kanak. Terasa seperti kehilangan yang begitu besar,” cuit salah satu akun penggemar.
Hal tersebut tidak mengherankan, mengingat Fujio telah melahirkan karya yang begitu hebat dan mewarnai hari serta masa kecil banyak anak. Seperti serial manga berjudul Ninja Cilik Hattori, yang pasti sudah sering kalian tonton.
Pria kelahiran 1 Desember 1933 ini berasal dari Toyama. Ia memulai karier sebagai creator manga di tahun 1954 dan berpindah ke Tokyo. Awal mulanya, ia juga berkerja sama dengan Fujiko F. Fujio, hingga berhasil menciptakan kartun Doraemon, kucing ajaib yang memiliki kantong serbaguna.
Keduanya pun mengenakan Fujiko Fujio sebagai nama panggung dan identitas sejak 1951. Namun sayang kolaborasi mereka berakhir di tahun 1987. Abiko mengatakan bahwa perpisahan tersebut terjadi karena Fujimoto mengidap kanker hati dan penyakit jantung.
[berita-terkait number=”3″ tag=”film”]
Memasuki tahun 2000, Fujiko A. Fujio akhirnya fokus untuk mengembangkan ceritanya melalui PARman’s no Jnetsuteki na Hibi. Manga tersebut telah dibuat sejak tahun 2007 hingga 2015.
Ada juga Kaibutsu-kun, The Laughing Salesman, Obake no Q-taro yang sukses besar dan dinikmati oleh pecinta manga dari berbagai negara, termasuk di Indonesia. Bahkan The Laughin Saelesman telah diadaptasi menjadi anime dan masih bisa dinikmati penonton global melalui layanan streaming Netflix.
Meski Fujio telah tiada, namun karyanya akan terus terkenang bahkan turun temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya.(mnd/ian)






