Malang (beritajatim.com) – Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FTUB) berkolaborasi dengan Taipei Economic and Trade Office (TETO) Surabaya menggelar Student Forum bertajuk A Chip Odyssey. Kegiatan ini bertujuan untuk membedah peran strategis cip semikonduktor dari berbagai sudut pandang, mulai dari kecanggihan teknologi hingga pengaruhnya dalam hubungan internasional.
Fenomena menarik terlihat dari komposisi peserta yang hadir. Forum ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa Teknik, tetapi juga menarik minat mahasiswa dari rumpun MIPA, Ilmu Komputer, Hubungan Internasional, hingga Bisnis. Kehadiran peserta lintas bidang ini membuktikan bahwa isu semikonduktor telah menjadi agenda strategis nasional yang menyentuh berbagai sektor kehidupan.
Wakil Dekan bidang Akademik FTUB, Dr.Eng. Ir. Indradi Wijatmiko, S.T., M.Eng.(Prac)., IPU., ASEAN Eng., dalam sambutannya menekankan pentingnya bagi mahasiswa Indonesia untuk memetik pelajaran dari keberhasilan Taiwan.
“Universitas Brawijaya siap berkontribusi mendukung program prioritas nasional di bidang semikonduktor melalui penguatan kurikulum dan peningkatan kualitas SDM. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri adalah kunci utama membangun fondasi industri teknologi tinggi di tanah air,” ujar Dr. Indradi pada Kamis (12/2/2026).
Hadir sebagai Keynote Discussant, Mr. Isaac C. Chiu dari TETO Surabaya memaparkan kuliah umum mengenai peta jalan industri semikonduktor Taiwan yang kini mendominasi pasar dunia. Ia menggarisbawahi bahwa kesuksesan sebuah bangsa dalam teknologi tidak terjadi dalam semalam.
“Semikonduktor bukan hanya soal teknologi; ini tentang talenta, strategi, dan kemitraan internasional. Perjalanan Taiwan menunjukkan bahwa investasi jangka panjang pada modal manusia (human capital) adalah fondasi sejati dari inovasi,” ungkap Isaac C. Chiu.
Agenda utama forum ini adalah pemutaran film dokumenter berjudul “A Chip Odyssey”. Dokumenter tersebut mengisahkan sejarah panjang Taiwan dalam membangun ekosistem semikonduktor melalui kebijakan pendidikan yang masif dan pengambilan keputusan strategis di tingkat nasional.
Film ini memberikan gambaran bahwa kemajuan teknologi merupakan hasil dari visi yang konsisten dan kolaborasi lintas generasi. Hal inilah yang diharapkan dapat diadaptasi oleh Indonesia dalam menyongsong kemandirian teknologi.
Sesi diskusi menjadi bagian paling dinamis. Mahasiswa mengeksplorasi berbagai isu, mulai dari tren industri cip global dan posisi Taiwan sebagai pemimpin pasar, informasi mengenai studi lanjut ke Taiwan bagi mahasiswa Indonesia.
Selain itu, diskusi juga soal kebutuhan tenaga kerja ahli di sektor semikonduktor yang terus meningkat. Kemudian bagaimana Taiwan menggunakan kekuatan teknologinya sebagai alat kolaborasi internasional. (dan/but)






