Gresik (beritajatim.com)– PT Freeport Indonesia (PTFI) memecahkan Museum Rekor Indonesia (Muri) 2024 saat memperingati HUT RI ke 79. Perusahaan smelter terbesar itu, melaksanakan upacara bendera di ketinggian 2.000 meter dibawah permukaan laut (Mdpl) di Tembagapura, Papua Tengah
Sertifikat rekor Muri tersebut diserahkan langsung Presdir PTFI Tony Wenas. Selain memecahkan rekor, perusahaan smelter dengan brand internasional itu juga menggelar secara serentak upacara bendera di empat lokasi kerja di tiga provinsi.
“Di kegiatan itu, kami mengangkat tema Pertambangan Hulu Hilir Untuk Indonesia Maju,” ujar Tony Wenas, Sabtu (17/8/2024).
Ia menambahkan, untuk kegiatan PTFI di smelter Gresik dilakukan bersamaan dengan PTFI di area Tembagapura Mimika Papua Tengah.
“Ini menggambarkan PTFI sudah beroperasi secara terintegrasi dari hulu (proses penambangan dan pengolahan) di Tembagapura hingga hilir (proses pemurnian) di Smelter Gresik,” imbuhnya.
Masih menurut Tony Wenas, sejalan dengan komitmen PTFI untuk mendukung kebijakan hilirisasi pertambangan yang diamanatkan pemerintah Indonesia. Pihaknya telah menyelesaikan pembangunan,dan mulai mengoperasikan smelter tembaga single line terbesar di dunia yang dibangun di area seluas 100
hektare di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Gresik, Jawa Timur.
“Ini artinya Tambang Bawah Tanah terbesar di dunia telah terintegrasi dengan Smelter Tembaga Single Line terbesar di dunia, dan bersama PT Smelting akan menghasilkan katoda tembaga 1 juta ton per tahun. Menjadikan Freeport Indonesia sebagai pertambangan tembaga hulu-hilir terbesar di dunia,” ungkapnya. (dny/ted)






