Ponorogo (beritajatim.com) – Kasus penipuan dengan memanfaatkan foto pejabat untuk menipu korban kembali terjadi. Kali ini, foto Pjs Bupati Ponorogo, Joko Irianto, digunakan oleh pelaku untuk melancarkan aksi penipuannya.
Modus yang digunakan adalah menyamar sebagai pejabat melalui aplikasi WhatsApp guna meminta uang dengan dalih untuk kepentingan Pilkada. Yakni dengan memasang foto Joko Irianto di foto profil aplikasi pesan tersebut.
“Mungkin karena saya pejabat baru, foto saya dimanfaatkan oleh pelaku untuk kejahatan,” kata Pjs. Bupati Ponorogo, Joko Irianto, Rabu (16/10/2024).
Joko menjelaskan bahwa modus penipuan ini menggunakan foto dirinya sebagai profil WhatsApp agar korban percaya. Salah satu korban yang hampir tertipu adalah Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Ponorogo. Yang bersangkutan dihubungi oleh pelaku dan dimintai uang sebesar Rp13 juta. Untungnya, korban langsung mencurigai permintaan yang tak biasa tersebut.
“Kepala Bakesbangpol Ponorogo langsung mengonfirmasi ke saya, setelah dimintai uang untuk kepentingan Pilkada. Beruntung Ia hafal dengan suara saya, sehingga tidak memenuhi permintaan pelaku,” jelas Joko.
Selain itu, pelaku juga mencoba menipu staf ahli Pemkab Ponorogo, Seni, dengan meminta untuk memesan kamar hotel melalui sambungan telepon. Pelaku meminta lima kamar hotel, namun staf ahli tersebut tidak langsung membayar karena mengonfirmasi terlebih dahulu kepada Joko Irianto.
“Pak Seni bahkan sudah ke hotel untuk memesan lima kamar, tapi untungnya dia tidak membayar dulu dan langsung bertanya kepada saya,” ungkap Joko.
Kasus penipuan dengan modus menggunakan foto pejabat untuk mengelabui korban memang kerap kali terjadi. Pjs Bupati Ponorogo mengungkapkan ternyata tidak hanya terjadi di Ponorogo, tetapi juga di daerah lain di Provinsi Jawa Timur (Jatim) yang kepala daerahnya dijabat Pjs. Joko menghimbau masyarakat untuk selalu waspada dan tidak mudah percaya jika dihubungi oleh nomor yang mengaku sebagai pejabat, terutama jika meminta uang. Dengan kejadian ini, masyarakat diingatkan untuk selalu waspada terhadap berbagai bentuk kejahatan yang memanfaatkan identitas dan foto pejabat guna melancarkan aksinya.
“Saya minta masyarakat lebih berhati-hati. Jika bukan nomor telepon saya yang asli, jangan mudah percaya,” Pungkas Joko. (end/ted)






