Surabaya (beritajatim.com) – Forum Silaturami Santri Kota (FOSSKOT) kembali meluruk Kantor DPW PPP Jawa Timur Jl Kendangsari No 36, Jum’at (2/09/2022).
Dengan jumlah yang lebih banyak dari pada aksi demo yang digelar hari Rabu (31/08/2022) lalu.
Koordinator FOSSKOT, MH Soleh menyebutkan sedikitnya 170 peserta aksi yang mengikuti demo kali ini. Namun, disaat dirinya melakukan orasi didepan Kantor Partai berlambang Ka’bah itu, tak satupun pengurus partai yang menemui. Bahkan, ia mengaku akan menyegel kantor tersebut.
“Kita tadi sudah mau menyegel, tetapi dari pengurus DPW PPP Jatim tiba-tiba keluar dan menemui saudara-saudara yang ada didepan. Nah, mereka berkomitmen bahwa aspirasi kita secara tertulis akan disampaikan ke DPP tanpa ditambahi atau dikurangi,” ungkapnya saat ditemui usai audiensi.
Soleh menambahkan, dirinya masih menggodok tuntutan secara tertulis yang akan disampaikan ke DPP PPP melalui DPW PPP Jatim.
Namun, ia menyebutkan satu poin utama yang akan dituntut, yakni menuntut Suharso Manoarfa untuk mundur dari jabatan Ketua Umum PPP. Dikarenakan, kata Soleh, masih banyak generasi maupun kader PPP di Indonesia yang layak menjadi pemimpin partai berciri khas warna hijau ini.
“Menurut kami ngapain dia (Suharso Manoarfa) sebagai pemimpin tetapi tidak bisa menjaga mulutnya, menjaga emosi sampai mengendalikan perkataannya sendiri. Maka, nanti setelah tuntutan tertulis kami kepada DPP, juga disertai rekomendasi dari DPW PPP Jatim. Dan kami meminta demo ini harus betul-betul diperhatikan oleh DPP PPP,” ujarnya dengan nada kesal.
Dalam orasinya, Soleh menyebut logo Ka’bah yang melekat pada PPP harus diganti. Lalu, pihaknya menilai perkataan Suharso Manoarfa tentang ‘amplop kiai’ tidak sesuai dengan ajaran umat islam, bahkan memperburuk citra islam.
“Mereka ini pengecut, mereka penipu, mereka ini tak lebih dari koruptor didalamnya, penakut! Beraninya hanya berlindung dibalik logo ka’bah yang merupakan logo umat besar islam,” teriak Soleh, disertai sorakan masa aksi.
Dikesempatan yang sama, Wakil Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi DPW PPP Jatim, Sigit Hari Wahyudi menegaskan pihaknya telah memfasilitasi masa aksi dengan baik. Maka, dengan begitu rencana masa aksi demo yang hendak menyegel Kantor DPW PPP Jatim gagal terlaksana.
“Saya pikir tidak akan sampai terlalu reaktif seperti itu. Mungkin mereka hanya mempunyai ketidakpuasan, yang intinya mereka menuntut ketua umum PPP ini untuk turun ini bisa instan, begitu. Tapi kan gak bisa, semua ada mekanisme organisasi yang harus kita lakukan,” sebutnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”ppp-jatim”]
Mengenai aksi demo kali ini, Sigit mengaku akan melaporkannya ke Ketua, Sekretaris dan Wakil Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan DPW PPP Jatim. Hal ini disampaikannya, untuk melaksanakan mekanisme organisasi secara keseluruhan dan di dalam internal DPW PPP Jatim sendiri.
“Jadi, Saya pikir aspirasi mereka tidak bisa kita tolak. Artinya, kita hanya bisa membendung dengan menyikapinya dengan bijaksana,” pungkasnya.
Dari pantauan beritajatim.com dilokasi, sedikitnya 90 anggota kepolisian yang bersiaga. Dari informasi yang dihimpun, anggota kepolisian tergabung dari Polrestabes Surabaya, Polsek Tenggilis Mejoyo, Polsek Rungkut, Polsek Gunung Anyar, Polsek Wonocolo dan Polsek Jambangan.
Demo berlangsung kondusif, dengan membentangkan banner daan pamflet kertas dari aksi masa demo, terlihat beberapa anak kecil yang mengikuti demo.[asg/ted]






