Surabaya (beritajatim.com) – Semangat berbagi di Hari Raya Iduladha diwujudkan Forum Wartawan Surabaya (Forwan) dengan membagikan 500 paket daging kurban kepada loper koran dan tukang sapu jalanan di Kota Surabaya pada Kamis (28/5/2026). Kegiatan sosial tersebut menjadi wujud kepedulian nyata para jurnalis terhadap pekerja informal yang berjasa besar dalam rutinitas keseharian warga kota.
“Loper koran dan tukang sapu jalanan merupakan bagian dari masyarakat yang berjasa dalam kehidupan kota sehari-hari. Mereka bekerja sejak dini hari hingga malam untuk memastikan lingkungan tetap bersih dan informasi tetap sampai ke masyarakat, karena itu mereka layak mendapatkan perhatian,” ujar Panitia Kegiatan Forwan, M.N. Hadi.
Pembagian ratusan paket daging tersebut dilakukan secara langsung oleh pengurus beserta anggota Forwan Surabaya di beberapa titik strategis. Dia berharap bantuan ini mampu menghadirkan senyum sekaligus menambah kebahagiaan para pekerja lapangan sebagai bentuk rasa syukur dan gotong royong.
“Kami ingin Iduladha tidak hanya dirasakan oleh mereka yang mampu, tetapi juga membawa kebahagiaan bagi para pekerja kecil yang selama ini jarang tersentuh. Semoga apa yang kami lakukan bisa sedikit membantu dan memberi manfaat,” kata Hadi.
Aksi sosial pembagian kurban ini merupakan wujud komitmen insan pers untuk tetap hadir membantu masyarakat kecil. Para jurnalis diwajibkan selalu memiliki rasa empati tinggi terhadap lingkungan sekitar tempat mereka bertugas.
“Iduladha bukan hanya tentang ibadah kurban, tetapi juga momentum memperkuat rasa kemanusiaan dan kepedulian sosial. Wartawan bukan hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga harus memiliki kepekaan terhadap kondisi sosial di sekitarnya,” tutur Pembina Forwan Surabaya, Arief Syahrul Alam.
Para pekerja informal tersebut memiliki kontribusi yang sangat signifikan dalam menjaga kebersihan wajah kota sekaligus memastikan kelancaran distribusi informasi di Surabaya. Oleh sebab itu, kepedulian terhadap kesejahteraan mereka diupayakan terus berjalan secara berkesinambungan tanpa terbatas pada perayaan tertentu.
“Mereka adalah bagian penting dari denyut kehidupan kota. Tukang sapu menjaga kebersihan Surabaya setiap hari, sementara loper koran ikut membantu distribusi informasi kepada masyarakat, sudah sepatutnya kita bersama-sama memberikan apresiasi dan perhatian kepada mereka,” tegas Alam.
Penyaluran daging kurban ini diyakini mampu menumbuhkan kembali kebersamaan antarwarga di tengah dinamika perkotaan yang serba cepat. Ke depannya, aksi kemanusiaan serupa diharapkan bisa terus berlanjut agar manfaatnya semakin luas dirasakan oleh masyarakat.
“Semoga kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kebersamaan dan kepedulian sosial harus terus dijaga. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan, jika dilakukan bersama-sama akan memberi dampak besar bagi masyarakat,” tandasnya. [asg/but]






