Jakarta (beritajatim.com) – Forum Kapasitas Nasional (Forkapnas) III Tahun 2023 di Jakarta menjadi panggung kolaborasi bagi pelaku industri hulu migas dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan tema ‘Pengembangan Integrasi Kapabilitas Dalam Negeri untuk Peningkatan Kapasitas Nasional,’ forum ini bukan hanya menampilkan prestasi industri hulu migas, tapi juga menjadi platform untuk kerjasama strategis, pertukaran ide, pengetahuan baru, dan peluang bisnis di antara para pemangku kepentingan.
“Forum ini memberikan ruang bagi diskusi tentang solusi terkait isu lingkungan, teknologi, dan kebijakan yang memengaruhi industri migas,” ujar Wakil Kepala SKK Migas, Nanang Abdul Manaf.
SKK Migas bertekad memperkuat peran pelaku usaha dalam negeri di ekosistem industri migas dengan langkah-langkah mengurangi ketergantungan pada sumber daya luar.
Vice President SKK Migas dan Ketua Panitia Forum Kapasitas Nasional, Erwin Suryadi menjelaskan, forum ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas industri dalam negeri yang mendukung industri hulu migas. Forum ini juga menjadi momentum untuk mencapai target produksi minyak sebanyak 1 juta barel serta gas bumi sebanyak 12 miliar standar kaki kubik per hari pada tahun 2030, serta untuk menciptakan dampak positif industri migas terhadap sektor lainnya.
BACA JUGA:
SKK Migas Jabanusa Jalin Sinergi melalui Forum Pertanahan dan Kehutanan 2023
Kehadiran 34 booth perusahaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), 30 booth UMKM unggulan dan industri kreatif, serta 60 booth perusahaan penyedia barang/jasa, dan 12 asosiasi industri/asosiasi usaha memperkuat posisi Forum Kapasitas Nasional III 2023 sebagai pameran rantai suplai migas terbesar di Indonesia.
Forum ini sejalan dengan program hilirisasi pemerintah yang bertujuan untuk menghasilkan produk unggulan Indonesia dengan daya saing tinggi.
Dalam rangkaian kegiatan Forum Kapnas III 2023 di 5 wilayah SKK Migas, industri hulu migas aktif mendukung pengembangan SDM lokal melalui kolaborasi dalam pendidikan vokasi. Kolaborasi dengan universitas di Provinsi Riau dan upaya pemberdayaan masyarakat lokal di Papua menjadi contoh konkrit dari upaya ini.
BACA JUGA:
SKK Migas dan Kementerian Pertanian Sinergikan Ketahanan Energi dan Pangan
Hudi D. Suryodipuro, Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, menyebut gelaran forum ini sebagai upaya mendukung program pemerintah yang menargetkan 1 juta barel minyak dan 12 miliar kaki kubik gas pada tahun 2030. Industri hulu migas terlibat dalam pengembangan kapasitas nasional, terutama UMKM dan industri kreatif, menciptakan multiplier effect bagi ekonomi lokal.
Forum Kapasitas Nasional III 2023 memberikan penekanan pada peran ekonomi migas sebagai penggerak utama, tidak hanya sebagai pemasok energi, tapi juga sebagai penggerak ekonomi dan perkembangan sektor usaha lainnya, mendukung pertumbuhan ekonomi lokal serta kemandirian industri dalam negeri. [beq]






