Surabaya (beritajatim.com) – Forum Bisnis Daerah (Forbisda) 2024 yang digelar di Surabaya berhasil mencetak prestasi gemilang dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) senilai Rp 840 miliar.
Acara yang digagas oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia ini bertujuan untuk meningkatkan kolaborasi dan sinergi antar daerah dalam mengembangkan produk unggulan serta menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan.
Dengan tema “Meningkatkan Perdagangan dan Bisnis Antar Daerah Untuk Menjaga Stabilitas Harga dan Ketahanan Pangan Serta Kolaborasi Bisnis yang Berkelanjutan”, Forbisda 2024 berhasil menyatukan para pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga pelaku usaha. Kolaborasi yang terjalin dalam forum ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di wilayah Indonesia Timur yang memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah.
Salah satu fokus utama Forbisda 2024 adalah mempromosikan produk unggulan daerah. Beberapa komoditas unggulan yang menjadi sorotan dalam forum ini antara lain tembakau dari Jember, kakao dari Buru, kelapa sawit dari Nabire, serta kopi dari Sumbawa dan Manggarai. Dengan mempertemukan para pelaku usaha dari berbagai daerah, diharapkan dapat terjalin kerjasama yang saling menguntungkan dan memperluas pasar bagi produk-produk unggulan tersebut.
Mewakili Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Moga Simatupang mengatakan, kebutuhan perdagangan antar daerah masih perlu ditingkatkan dengan optimal agar dapat menjaga stabilitas harga dan berkontribusi pada ketahanan pangan. Maka, saat ini penting untuk mendorong kolaborasi antar pemangku kepentingan demi meningkatkan perdagangan antar daerah yang efisien.
“Kami mengapresiasi inistiatif Kadin Indonesia, APKASI, dan Badan Pangan Nasional dalam meningkatkan sinergi dan perdagangan antardaerah melalui Forum Bisnis Daerah ini. Diharapkan forum ini dapat memaksimalkan koordinasi antara pemerintah dengan dunia usaha agar meningkatkan perdagangan antar wilayah sesuai dengan potensi maupun produk unggulan masing-masing sehingga menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan,” ujar Moga.
Dalam sambutannya, Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid, menyoroti sejumlah tantangan dalam perdagangan antar daerah, seperti kesulitan memantau perjalanan produk, penimbunan barang, dan ketidakpastian harga. Untuk mengatasi tantangan tersebut, perlu dilakukan upaya bersama untuk meningkatkan transparansi, efisiensi, dan efektivitas sistem distribusi.
Pemerintah pusat dan daerah memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung pengembangan perdagangan antar daerah. Melalui berbagai kebijakan dan program, pemerintah dapat menciptakan iklim investasi yang kondusif dan mendorong pertumbuhan sektor swasta.
Wakil Ketua Umum Bidang Pengembangan Otonomi Daerah Kadin Indonesia, Sarman Simanjorang mengatakan, Forum Bisnis Daerah berfokus untuk meningkatkan ekonomi daerah Indonesia Timur dengan mempertemukan para kepala daerah untuk bisa saling bertukar informasi terkait produk unggulan masing-masing yang bisa diperdagangkan satu sama lain. Selain itu, mempertemukan kepala daerah dengan sektor usaha untuk mendorong penyerapan komoditas daerah.
“Indonesia Timur memiliki potensi perdagangan yang besar, di mana berdasarkan data BPS tahun 2023 menunjukan bahwa wilayah Indonesia Timur menyumbang sebesar 20% dari total perdagangan antar pulau di Indonesia. Maka, Forbisda ini nantinya akan menghasilkan kerangka kerja kerja sama antar daerah untuk pengembangan produk, rencana pendistribusian barang yang efektif dan efisien, serta peningkatan kolaborasi antar pelaku bisnis di Indonesia Timur,” ujarnya.
Ketua Umum Kadin Provinsi Jawa Timur, Adik Dwi Putranto menambahkan, kolaborasi dan sinergi lewat Forum Bisnis Daerah ini bisa meningkatkan daya saing produk unggulan daerah di pasar lokal, regional, nasional, dan internasional.
“Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, maka perdagangan antar provinsi harus semakin terbuka. Provinsi Jawa Timur dalam hal ini mengambil peranan strategis sebagai penyokong bagi perdagangan antara wilayah Indonesia Timur,” ujarnya.
Mewakili Penjabat Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono, Penjabat Sekretaris Daerah Jawa Timur, Bobby Soemiarsono menyambut positif dan berharap Forum Bisnis Daerah akan memperkuat kolaborasi antara seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia usaha untuk memberikan stabilitas harga dan ketahanan pangan untuk meningkatkan arus perdagangan antar daerah.
“Dengan forum ini juga diharapkan munculnya ide inovatif yang membawa kemajuan dalam meningkatkan daya saing dan penguatan produksi serta distribusi barang sehingga akan mendorong pertumbuhan bisnis lokal demi penguatan ekonomi daerah,” tuturnya.
Wilayah Indonesia Timur memiliki potensi yang sangat besar untuk tumbuh dan berkembang. Dengan kekayaan alam yang melimpah dan sumber daya manusia yang potensial, wilayah ini dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia. Forbisda 2024 diharapkan dapat menjadi momentum bagi pengembangan ekonomi di wilayah Indonesia Timur.[rea/ted]






