Malang (beritajatim.com) – Revolusi industri atau 4.0 menjadi tantangan bagi Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) Kabupaten Malang agar kualitas pelayanan segera ditingkatkan. Di era revolusi industri 4.0 saat ini, FLLAJ dituntut dapat memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat sesuai tugas dan perannya masing-masing.
Hal itu disampaikan Bupati Malang, HM.Sanusi, Rabu (20/11/2019) siang usai membuka rapat FLLAJ. “Perlu saya tegaskan kembali bahwa Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mempunyai peran penting, yaitu sebagai lembaga yang melayani masyarakat dan menjamin konsistensi baik dari sisi mutu, waktu dan prosedur,” kata Sanusi.
Menurut Sanusi, dalam pelayanan lalu lintas dan angkutan jalan, harus memegang teguh peraturan pemerintah nomor 37 tahun 2011. “Pemerintah Kabupaten Malang dengan komitmen yang kuat terus mengupayakan implementasi amanat peraturan yang dimaksud,” jelasnya.
Adapun wujud nyata dalam mengimplementasikan peraturan tersebut, kata Sanusi, dengan meningkatkan kondisi sarana prasarana, kemudian meningkatkan keselamatan transportasi darat, serta menata atau meningkatkan pelayanan angkutan umum.
“Pada dasarnya, upaya peningkatan kualitas penyelenggaraan lalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Membutuhkan kerjasama dan koordinasi dengan pihak terkait,” beber Sanusi.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kecelakaan”]
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Malang, Hafi Lutfi menyampaikan bahwa perlu adanya peningkatan penyelenggaraan dan pelayanan sistem transportasi di wilayahnya.
“Tugas pokok dan fungsi setiap instansi penyelenggara lalu lintas dan angkutan jalan adalah menganalisis permasalahan, menjembatani, menemukan solusi serta meningkatkan kualitas transportasi di Kabupaten Malang,” terang Hafi. [yog/but]






