Ada pesan tak lazim untuk Flavio Silva dari warganet di kolom komentar akun resmi X milik Persebaya Surabaya. Dia disarankan untuk keramas sebelum bertanding.
Rupanya warganet ini gemas melihat penampilan ujung tombak asal Portugal itu yang berbanding terbalik dengan performa Persebaya. Hingga pekan kelima, Persebaya belum tersentuh kekalahan. Terakhir, Rabu (18/9/2024), Bajul Ijo mengalahkan Persis Solo 2-1 (0-1) di hadapan 13.189 orang penonton yang memadati Gelora Bung Tomo, Surabaya.
Catatan rekor dalam lima pertandingan awal musim ini lebih baik daripada Liga Indonesia 2004 saat Persebaya menjadi juara terakhir kalinya. Kala itu Persebaya mengemas sebelas angka dari tiga kemenangan dan dua hasil imbang. Saat ini Persebaya sudah mengemas 13 angka dari empat kemenangan dan satu hasil seri.
Namun hasil cemerlang Persebaya ini tidak berbanding lurus dengan penampilan Flavio. Dia belum mengakhiri masa paceklik gol. Dua gol Persebaya dicetak Malik Risaldi pada menit 48 dan 51, setelah sempat tertinggal di babak pertama dengan gol Karim Rossi pada menit 15.
Malam itu Flavio bukannya tak bekerja keras. Namun penampilan Persebaya di babak pertama jelas menyulitkannya. Jarak pemain antarlini terlalu jauh. Transisi permainan dari bertahan ke menyerang tidak berjalan mulus. Alih-alih gencar mengepung pertahanan Persis, Persebaya malah diserang terus-menerus.
Puncaknya pada menit 15, Karim Rossi justru membuka kran golnya untuk Persis. Dan sepanjang babak pertama, penjaga gawang Persebaya Andhika Ramadani diuji tanpa henti.
Penampilan Flavio membaik seiring membaiknya penampilan Persebaya pada babak kedua. Gol kedua Malik Risaldi tak lepas dari aksinya. Bola sundulan Malik setelah menerima operan dari tendangan bebas Rivera jatuh di kaki Flavio.
Namun bola tendangan jarak dekat oleh Flavio berhasil ditepis kiper Persis Gianluca Pandeynuwu. Tak sempurna. Bola jatuh di kaki Malik yang langsung menghajarnya ke gawang Persis.
Flavio sempat memperoleh peluang emas melalui skema serangan balik. Namun bola ‘placing’ nya melambung jauh. Dia juga gagal memanfaatkan tinggi badan 184 centimeter untuk mencetak gol melalui sundulan. Bola sundulannuya jauh dari akurat.
Apa yang salah dari Flavio? Saat memperkuat Persik Kediri pada musim 2023-24, dia mencetak 23 gol. Kedua terbanyak di bawah penyerang Persib David da Silva yang mencetak 29 gol. Mengapa kali ini dia seperti tak berdaya?
Sebenarnya Flavio memiliki semua kriteria untuk menjadi pencetak gol yang tajam. Dia tipe penyerang yang bersedia untuk berduel dan bertarung. Presiden Persebaya Azrul Ananda memujinya sebagai sosok yang berjasa menarik perhatian pemain bertahan Persis, dan membuat mereka kelelahan karena harus mengawasi pergerakannya.
Munster mengidolakan pemain yang versatile, bisa bermain setidaknya pada dua atau tiga posisi berbeda. Serba bisa.
Flavio sebetulnya memenuhi harapannya. Dia bisa bermain di sayap kiri maupun kanan selain penyerang tengah. Tiga gol dicetaknya pada musim 2023-24 saat berposisi sebagai sayap kiri.
Dengan postur yang menjulang, Flavio seharusnya bisa mencetak gol melalui skema bola atas. Kuncinya tentu saja adalah suplai akurat dari sayap.
Namun saat ini dengan pola taktik Paul Munster yang cenderung pragmatis, kita akan lebih banyak disuguhi serangan langsung (direct football) yang mengandalkan bola-bola panjang dari barisan belakang. Bukan permainan bola dari kaki ke kaki yang berujung pada operan lambung dari sayap.
Kita tidak tahu, apakah Flavio cukup nyaman dengan pola main Munster saat ini. Namun sejauh ini, taktik pelatih Irlandia Utara itu membuat Persebaya berada di jalur kemenangan. Maka tidak ada jalan lain bagi Flavio kecuali beradaptasi, dan tak hanya keramas sebagaimana disarankan netizen. Keramas tak menyelesaikan segalanya bagi seorang striker tentu saja. [wir]
![Flavio Silva Perlu Keramas agar Tidak Mati Penasaran di Persebaya Aksi Flavio Silva saat Persebaya menghadapi Malut United di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta pada 16 Agustus 2024. [Foto: Persebaya]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2024/08/Flavio-Silva-Persebaya-vs-Malut-United.jpg)





