Jakarta (beritajatim.com) — Identitas salah satu pemain keturunan yang tengah diproses naturalisasi oleh PSSI akhirnya terungkap. Media Belanda, VoetbalPrimeur, melaporkan bahwa nama Miliano Jonathans, penyerang muda milik FC Utrecht, masuk dalam radar skuad Garuda.
Pemain berusia 21 tahun yang memiliki garis keturunan dari Depok, Indonesia, itu disebut sebagai kandidat kuat untuk memperkuat Timnas Indonesia, terlebih jelang ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Langkah cepat PSSI ini tak lepas dari krisis di lini depan. Ole Romeny, striker naturalisasi andalan Indonesia, dipastikan absen usai mengalami cedera parah saat memperkuat Oxford United di ajang Piala Presiden.
Situasi ini mendorong PSSI untuk menyiapkan dua pemain diaspora baru di posisi penyerang. Namun, Ketua Umum PSSI Erick Thohir memilih untuk tidak membeberkan identitas mereka secara terbuka.
Meski begitu, VoetbalPrimeur memberitakan bahwa PSSI memang tengah membidik Jonathans. “PSSI juga sedang berupaya membujuk Miliano Jonathans untuk bergabung dengan timnas, menurut sumber kepada VoetbalPrimeur,” tulis media tersebut dalam laporan yang dikutip Kamis (24/7/2025).
Jonathans merupakan jebolan akademi Vitesse, dan kini tengah memperjuangkan posisi di tim utama FC Utrecht, klub Eredivisie, kasta tertinggi Liga Belanda. Meski belum menjadi starter reguler, ia sudah mencatatkan 10 penampilan, dan dikenal sebagai pemain cepat dan cerdik, dengan peran sebagai super-sub yang memberi dampak instan di pertandingan.
Pihak PSSI sendiri menilai Jonathans sebagai aset jangka panjang, dengan potensi besar untuk memperkuat Timnas dalam waktu lama. Apalagi, ia belum pernah tampil di pertandingan resmi bersama Timnas Belanda, sehingga masih memenuhi syarat untuk berganti federasi.
“Jonathans yang berusia 21 tahun belum menentukan keputusannya dan, selama ia tidak memainkan pertandingan internasional resmi, masih memenuhi syarat untuk memperkuat tim nasional Belanda (Jong) Oranje,” lanjut VoetbalPrimeur.
Jika proses naturalisasi berjalan mulus, Jonathans bisa membentuk duet tajam bersama Ole Romeny — solusi lini depan yang dibutuhkan Timnas untuk menghadapi babak hidup-mati melawan Arab Saudi dan Irak.
Sekadar catatan, hanya juara grup yang akan otomatis lolos ke putaran final Piala Dunia 2026. Maka, laga pada Oktober 2025 nanti sangat krusial.
Menariknya, aroma Belanda di tubuh Timnas Indonesia makin kental. Pelatih kepala Patrick Kluivert dibantu oleh Alex Pastoor dan Denny Landzaat di bangku asisten. Nama-nama legendaris seperti Jordi Cruijff, Gerald Vanenburg, dan Simon Tahamata juga ikut memberi kontribusi di balik layar.
Langkah PSSI memburu talenta diaspora seperti Jonathans menegaskan keseriusan mereka membentuk skuad kompetitif. Targetnya jelas: menjadikan Indonesia tidak hanya tampil, tapi bersaing di panggung tertinggi dunia. [kun]






