Pamekasan (beritajatim.com) – Penyelesaian akhir alias finishing masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi Pelatih Madura United FC, Carlos Periera, khususnya pasca timnya gagal mengamankan poin usai menyerah 0-1 dari tim tamu Persebaya Surabaya, pada lanjutan Super League, di Stadion Gelora Madura Rato Pemelingan (SGMRP) Pamekasan, Sabtu (3/1/2026).
Pada laga antar dua tim asal Jawa Timur, Laskar Sape Kerrab harus mengakui kekalahan dari Bajul ijo melalui sebiji gol Bruno Moriera pada menit 66′ meneruskan umpan matang dari Malik Risaldi. Sekaligus menjadi satu-satunya gol pada laga bertajuk Derby Suramadu.
Padahal pada laga tersebut, tim kebanggaan suporter Madura Bersatu sempat memiliki peluang emas untuk menyamakan skor, sayang bola masih membentur mistar gawang tim kebanggaan Bonek Boneta, dan skor tetap bertahan hingga pertandingan berakhir.
Kekalahan tersebut menjadi evaluasi penting bagi juru taktik berkebangsaan Brasil, khususnya pada aspek finishing. “Sebenarnya kita tampil cukup disiplin dan mampu mengimbangi permainan Persebaya, bahkan juga menciptakan sejumlah peluang, namun gagal dikonversi menjadi gol,” kata Carlos Periera.
“Selain itu, kami juga bermain dengan organisasi yang cukup baik dan menciptakan peluang. Sayangnya, kami kurang efektif di depan gawang. Ini yang harus segera kami perbaiki kedepan untuk pertandingan selanjutnya,” ungkapnya.
Gol tunggal Persebaya dicetak melalui skema serangan cepat yang gagal diantisipasi. Meski begitu timnya tetap berupaya menekan hingga akhir laga, namun belum mampu menyamakan kedudukan. “Kedepan kita segera melakukan evaluasi menyeluruh agar bisa bangkit pada laga berikutnya,” tegasnya.
“Oleh karena itu, kami meminta para pemain tetap menjaga semangat dan fokus menghadapi pertandingan selanjutnya di Super League. Kekalahan ini menyakitkan, apalagi bermain di kandang sendiri. Tapi kompetisi masih panjang dan kami harus segera bangkit,” imbuhnya.
Kartu Merah Mendonca
Laga Derby Suramadu yang digelar tanpa kehadiran penonton di tribun Stadion Gelora Pamelingan Pamekasan, juga diwarnai dengan dua kartu merah untuk masing-masing kesebelasan, baik bagi tuan rjmah Madura United maupun tim tamu Persebaya.
Kartu merah pertama diterima pemain andalan Madura United, Mendonca yang dinilai melakukan pelanggaran keras terhadap pemain Persebaya, tepatnya pada menit 66′. Hasilnya ia harus menerima kartu kuning kedua dan harus mengakhiri laga lebih cepat.
Kondisi tersebut sekaligus membuat lubang di barisan pertahanan tim tuan rumah, terlebih gol Persebaya tercipta pasca Madura bermain dengan 10 pemain. “Sebenarnya kita bermain fifty-fifty (imbang) dan memberikan perlawanan yang sangat baik, tapi kartu merah membuat permainan berubah,” ungkap Carlos Periera.
“Tapi kami tidak mau menyoroti soal wasit, hanya saja kartu merah dan beberapa keputusan dari wasit cukup merugikan, dan itu menjadi keputusan besar yang harus diambil oleh seorang wasit. Tapi kita bukan cari alasan, dan kita harus kembali belajar untuk laha selanjutnya,” pungkasnya.
Akibat kekalahan tersebut, Madura United menempati psosisi 13 klasemen sementara dengan torehan 17 poin berkat hasil 4 kali menang, 5 kali imbang dan 7 kali kalah. Mereka baru memasukkan 18 gol dan sudah kebobolan sebanyak 21 gol dari 16 laga yang dijalani.
Selanjutnya Lulinha dan kawan-kawan, bakal kembali menjalani laga berat. Kali ini menghadapi tuan rumah PSIM Yogyakarta pada Sabtu (10/1/2026). Di mana posisi tim asal Yogyakarta, berada di posisi 6 klasemen sementara. [pin/ted]






