Munchen (beritajatim.com) – Inter Milan belum pernah bersua Paris Saint-Germain di ajang Eropa. Final Liga Champions Minggu (1/6) dini hari WIB bakal jadi pertemuan perdana dua tim tersebut dan langsung terjadi di laga terbesar musim ini.
Tetapi, label PSG sebagai tim yang belum pernah juara justru menghadirkan deja vu bagi Inter pada laga yang akan dimainkan di Fussball Arena, Munchen. Sedangkan Nerazzurri sudah tiga kali memenangi Si Telinga Besar.
Situasi serupa terjadi dua musim lalu. Inter di final menghadapi Manchester City. Hasilnya? Inter keok 0-1 dan The Citizens akhirnya merasakan juara Liga Champions kali pertama pasca dikalahkan Chelsea di final 2020–2021.
“Kami memang kalah (di final dua musim lalu, Red). Tetapi, justru itu yang membuat kami kian matang di final musim ini,” papar striker sekaligus kapten Inter Lautaro Martinez dilansir Football Italia.
Liga Champions juga jadi penebus kegagalan Inter di tiga ajang lainnya musim ini. Ya, Inter sempat menargetkan quadruple. Pada kenyataannya, Inter gagal di Supercoppa Italiana, Coppa Italia, dan puncaknya Serie A saat scudetto jatuh ke pelukan SSC Napoli akhir pekan lalu.
PSG berbalik 180 derajat. Mereka telah mengamankan Trophee des Champions, Ligue 1, dan Coupe de France musim ini. Juara Liga Champions bakal melengkapi quadruple sekaligus menjadikan musim ini sebagai musim terbaik Les Parisiens.
Marquinhos dkk juga mengusung misi balas dendam lantaran dikalahkan Bayern Munchen di final 2019–2020. Padahal, kala itu mereka masih diperkuat Neymar dan Kylian Mbappe.
“Mencapai final Liga Champions adalah prestasi tersendiri. Tidak mudah dan semua tim bisa melakukannya. Kami harus bermain kolektif untuk juara,” ujar Marquinhos dilansir AP.
Perkiraan pemain
Paris Saint-Germain (4-3-3): 1-Donnarumma (g) (c); 2-Hakimi, 5-Marquinhos (c), 51-Pacho, 25-Mendes; 87-Neves, 17-Vitinha, 8-Ruiz; 14-Doue, 10-Dembele, 7-Kvaratskhelia
Pelatih: Luis Enrique
Inter Milan (3-5-2): 1-Sommer (g); 31-Bisseck, 15-Acerbi, 95-Bastoni; 2-Dumfries, 23-Barella, 20-Calhanoglu, 22-Mkhitaryan, 32-Dimarco; 9-Thuram, 10-Lautaro (c)
Pelatih: Simone Inzaghi
(dio)






