Surabaya (beritajatim.com) – FIFA dilaporkan telah meluncurkan penyelidikan terhadap West Ham United terkait kelambatan transfer Said Benrahma dan Pablo Fornals ke Lyon dan Real Betis.
Kedua pemain tersebut berharap untuk meninggalkan West Ham pada hari batas waktu transfer, tetapi kesepakatan mereka masing-masing dengan Lyon dan Real Betis tidak terwujud. Benrahma gagal pindah ke Lyon setelah kesepakatan pinjaman hingga akhir musim dengan kewajiban pembelian sekitar £15 juta batal di menit ke-11. Sebaliknya, Fornals yang diincar Real Betis masih menunggu nasibnya setelah mengalami kendala teknis.
Lyon telah mengeluarkan pernyataan mengecam “perilaku yang tidak dapat dipahami” dari West Ham terkait transfer Benrahma. Klub Prancis tersebut menyatakan bahwa mereka telah menyelesaikan semua prosedur dan dokumen yang diperlukan, tetapi West Ham gagal menyerahkan sertifikat transfer internasional tepat waktu.
David Moyes, manajer West Ham, merespon tuduhan Lyon dengan menyatakan bahwa mereka belum memiliki kesempatan untuk menjelaskan apa yang terjadi atau tidak terjadi. Moyes juga berharap bahwa Benrahma masih ingin bermain untuk West Ham.
FIFA dikabarkan telah meluncurkan penyelidikan terhadap tindakan West Ham terkait transfer kedua pemain ini. Lyon dan Betis saat ini menjalin kontak dengan FIFA, dengan harapan kesepakatan tersebut dapat diizinkan. FIFA akan memutuskan apakah tindakan West Ham melanggar aturan transfer.
Said Benrahma, yang sudah tiga setengah tahun bersama West Ham, memiliki kontribusi yang signifikan dengan 24 gol dan 19 assist dalam 155 penampilan. Sementara itu, Pablo Fornals, yang dikontrak pada 2019, telah mencetak 23 gol dan memberikan 19 assist dalam 203 penampilan.
Kedua pemain ini mengalami kesulitan mendapatkan waktu bermain reguler musim ini di bawah manajer David Moyes, yang bisa menjadi alasan mereka mencari peluang baru di klub lain. FIFA akan mengevaluasi penyelidikan mereka terhadap West Ham untuk memastikan integritas dalam proses transfer. (ian)






