Lamongan (beritajatim.com) – Pada momen HUT ke-77 RI, beragam kegiatan unik dan menarik digelar di Kabupaten Lamongan. Kali ini, festival layang-layang naga turut diselenggarakan dan tak kalah meriah dengan festival dayung perahu tradisional.
Festival naga ini digelar di Lapangan Centong, Desa Laren, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, Sabtu (27/8/2032). Tak tanggung-tanggung, festival ini pun diikuti oleh para peserta yang berasal dari daerah se-Karesidenan Bojonegoro.
Tak hanya pesertanya, jurinya pun merupakan juri independen yang berasal dari berbagai daerah pula.
Berdasarkan pantauan beritajatim.com, layang-layang naga dengan berbagai corak dan warna itu tampak menghiasi langit di kawasan setempat. Sehingga para warga yang menyaksikan pun begitu terhibur dan mengabadikan momen tersebut.
Dalam kesempatan ini, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi yang didapuk untuk membuka kegiatan festival ini menyampaikan bahwa pihaknya sangat senang dan terhibur. Oleh karenanya, ia berharap, festival ini bisa jadi agenda tahunan yang digelar di Lamongan.
“Alhamdulillah hari ini sungguh luar biasa, perlombaan atau kejuaraan layang-layang se-eks Karesidenan Bojonegoro. Pesertanya dari berbagai daerah, jurinya yang independen dari berbagai daerah pula. Untuk itu saya ucapkan selamat datang di Kabupaten Lamongan,” sambutnya.
Selain itu, Bupati Yuhronur menilai bahwa melalui kegiatan festival layang-layang ini ke depan akan lebih bisa mendongkrak kunjungan wisata ke Lamongan.
“Mudah-mudahan ini nanti akan menjadi event yang sangat sukses dan menjadi agenda tahunan, juga sebagai wahana bagi teman-teman para penggemar layang-layang se-eks Keresidenan Bojonegoro bahkan se Jawa Timur nantinya,” harap Pak Yes.
Lebih lanjut berdasarkan data yang dihimpun dari panitia, layang-layang yang dilombakan dalam festival ini dikhususkan untuk yang berbentuk ular naga saja. Kendati demikian, para peserta yang mengikuti festival ini memiliki layang-layang naga yang khas dan punya karakter masing-masing.
Sekadar diketahui, layang-layang naga merupakan layang-layang yang memang saat ini banyak diminati oleh masyarakat. Pasalnya, layang-layang jenis ini memiliki keindahan dan liukan yang menarik perhatian saat diterbangkan dan tertiup angin.
Untuk proses menerbangkannya, layang-layang ini tidak bisa hanya dikendalikan oleh satu individu saja. Namun butuh lebih banyak tenaga orang agar layangan tidak tersangkut dan dapat terbang lebih tinggi.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Lamongan”]
Bahkan, lantaran ukurannya yang relatif besar dan terdiri dari kepala sampai ekor, wajar jika menerbangkan layang-layang jenis ini lebih sulit dan berat jika dibandingkan dengan jenis layang-layang lain pada umumnya.
Bagi para pecintanya, memainkan layang-layang menyimpan filosofi dan makna yang mendalam. Teknik tarik ulur layang-layang ini mengajarkan makna bahwa pada hakikatnya seseorang memiliki kendali untuk menentukan arah kehidupannya.
Kemudian layang-layang yang terbang tinggi ini merupakan cerminan untuk menggapai tinggi cita-cita. Semakin tinggi layang-layang terbang, maka semakin kencang pula angin bertiup, hal ini menggambarkan jika seseorang ingin sukses, maka harus kuat pula dalam menghadapi cobaan dan tantangan.
Melalu belajar dari filosofi menerbangkan layang-layang inilah, seseorang diajak untuk pandai dalam mengendalikan diri, memegang teguh prinsip hidup, seperti mengikuti tuntutan agama dan selalu mengingat kebesaran Tuhan. [riq/beq]






