Malang (beritajatim.com) – Rangkaian acara Accounting Festival (AFest) yang diadakan Himpunan Program Studi (himaprodi) Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Malang (Unisma) berlangsung sangat meriah. Acara ini diadakan selama tiga bulan yang diakhiri dengan seminar internasional akuntansi dan penyerahan hadiah dari berbagai lomba AFest.
Penyerahaan hadiah diantaranya untuk cerdas cermat akuntansi tingkat SMA, SMK dan MA, accounting got talent, essay competition, seminar Internasional, serta opportunity and challenge. Seminar internasional mengusung tema tentang accounting professional in global era.
Puncak acara AFest dilakukan secara luring dan daring dengan diikuti jajaran pimpinan FEB Unisma, dosen, mahasiswa, dan peserta lomba AFest 2023. Dekan FEB Unisma, Nur Diana SE, MSi CBV, CERA mengatakan bahwa AFest 2023 diadakan dalam rangka membekali calon mahasiswa dan calon akuntan agar siap melangkah pada jenjang pendidikan dan kebutuhan dunia kerja.
“Acara ini untuk meningkatkan kreativitas, knowledge, skill, calon akuntan yang nanti akan mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Pada era global ini, banyak tantangan dan peluang perlu dimanfaatkan agar bisa siap terhadap kebutuhan dunia bisnis,” ungkap Diana melalui keterangan tertulis yang diterima beritajatim.com, Senin (4/12/2023).
Pihaknya berharap accounting festival 2023 mampu menumbuhkembangkan kompetensi siswa maupun mahasiswa sebagai calon akuntan. “Kami harap acara ini dapat mengasah kompetensi hard skill maupun soft skill di bidang akuntansi,” ujarnya.

Sementara itu seminar internasional akuntansi bertema opportunity and challenge accounting professional in global era telah dilangsungkan pada 25 November 2023 lalu di Hall Abdurrahman Wahid Gedung Pascasarjana lantai 7 Unisma. Agenda ini mendatangkan Assoc. Prof Dzulikifli Muhtar PhD dari Univeristi Malaysia Kelantan dan I Gede Audita selaku partner dari kantor akuntan publik Made Sudarma, Thomas, Dewi dan Rekan.
Seminar ini dimoderatori oleh Dr. Dwiyani Sudaryanti SE, MSi Akt. CA. Dalam materinya, Assoc Prof. Zulkifli mengatakan, tantangan dan peluang profesi akuntansi secara global antara lain jasa akuntansi secara cloud computing maupun klien mencari jasa berbasis value.
“Era globalisasi menuntut kemampuan akuntan beradaptasi pada berbagai bisnis dan peraturan. Peluangnya, kebutuhan SDM yg mampu memanage keberagaman sehingga calon akuntan harus siap untuk membangun hubungan personal dan bernilai baik,” jelasnya.
Lebih lanjut, narasumber dari Malaysia ini, memandang banyaknya peluang yang didukung kemajuan teknologi informasi. Hal itu membantu pekerjaan akuntansi secara automasi sehingga meningkatkan efisiensi pekerjaan.
“Time management dan komunikasi menjadi kompetensi yang semakin penting untuk menjadi akuntan saat ini,” katanya mengakhiri.
Baca Juga:
LKMM FEB Unisma 2023, Siapkan Mahasiswa Jadi Pemimpin yang Kritis dan Profesional
Sementara itu, I Gede Audita sepakat dengan penjelasan Zulkifli. Menurutnya, profesi akuntansi memandang perkembangan teknologi informasi sebagai peluang dan tantangan. Tidak bisa dihindarkan keberadaan bidang yang bersifat teknis bakal tergantikan oleh teknologi informasi.
“Pada saat bersama perkembangan teknologi informasi juga melahirkan prospek bisnis baru, terutama berkaitan dengan jasa konsultasi yang memerlukan judgment dan kebijaksanaan akuntan. Oleh karena itu, kompetensi yg lebih banyak dituntut adalah kompetensi softskill misalnya kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, dan memiliki daya analisa kuat,” katanya.
Ia berpesan pada peserta terkait cara memperkuat daya saing. Menurutnya, akuntan harus mempersiapkan diri dengan bekal sertifikasi sesuai bidang yang akan dimasuki.
“Sertifikasi menjadi keunggulan kompetitif lulusan akuntan. Sertifikasi yang diutamakan berkaitan dengan bidang ilmu utama serta mendukung kompetensi utama. Para akuntan juga harus melakukan perencanaan jenjang karir secara terfokus,” katanya mengakhiri. (dan/ted)






