Malang (beritajatim.com) – Relawan Pajak menjadi corong Tax Center Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Islam Malang (FEB Unisma) untuk mengasisteni masyarakat terkait wajib pajak. Relawan pajak tersebut resmi dikukuhkan dan akan diterjunkan dari Februari hingga April 2023.
Dekan FEB Unisma, Nur Diana SE, MSi menyampaikan bahwa agenda ini menjadi rutinan tiap tahun Tax Center FEB Unisma yang berada dibawah naungan Kanwil DJP Jawa Timur III. Agenda asistensi kepada masyarakat tersebut akan memberikan pemahaman turut mendukung penerimaan SPT tahunan pajak penghasilan wajib pajak pribadi maupun badan dengan memakai aplikasi bernama e-filing.
“Tahun 2023 ini terhitung kami (Tax Center) sudah berpartisipasi pada program relawan pajak selama 5 tahun. Pada implementasinya mahasiswa yang menjadi relawan pajak sudah melalui tahap seleksi mulai tulis, wawancara, hingga pembekalan,” kata Dekan, Selasa (11/2/2023).
Pembekalan para relawan dilakukan langsung oleh akademisi, tim penyuluh Kanwil DJP Jawa Timur III, para praktisi perpajakan. Adapun materi lain berjudul Leadership dan Code of Conduct disampaikan langsung oleh Nur Diana SE, MSi.
[berita-terkait number=”3″ tag=”unisma”]
Saat proses pengukuhan dan pelepasan itu, Nur Diana berpesan agar mahasiswa selalu fokus pada tugas, pokok, dan fungsinya sebagai relawan pajak. Sehingga, asistensi tersebut berdampak pada masyarakat untuk lebih patuh melaporkan wajib pajaknya
“Thun 2023 ini animo masyarakat dan mahasiswa sebagai relawan pajak sangat meningkat. Hal itu terjadi berkat dukungan dan kepercayaan Kanwil DJP Jawa Timur III pada Tax Center FEB Unisma,” kata Dekan.
Relawan pajak tersebut akan diterjunkan ke KKP Malang meliputi Batu, Pasuruan, Singosari, dan Kepanjen. Menurut Diana, relawan pajak ini sebagai bagian dari implementasi program merdeka belajar yaitu bagian bela negara.
“Mahasiswa yang ikuti program ini bisa mendapat benefit yaitu lewat upaya bela negara, aplikasi kemampuan bidang perpajakan dengan praktik pada masyarakat. Mahasiswa juga bisa sekaligus melakukan riset pada bidang perpajakan berbasis komunitas. Hal ini, kami harapkan dapat memberikan kontribusi pada pemerintah sebagai upaya pembuat kebijakan tentang pajak,” pungkasnya.

Sebelum pengukuhan relawan pajak, Tax Center sudah melangsungkan pelatihan calon relawan pajak selama satu setengah bulan yaitu Januari hingga Februari 2023. Pelatihan itu untuk peningkatan keterampilan, kemampuan dan dan pembentukan soft skill calon relawan pajak. Sehingga relawan bisa maksimal untuk untuk melaksanakan tugas sebagai asistensi atau pendampingan pengisian SPT Tahunan PPh Orang Pribadi dengan aplikasi e-filling. (dan/ted)






