Jember (beritajatim.com) – Politisi Partai Gerindra Muhammad Fawait mengamankan surat tugas keenam untuk pemilihan kepala daerah di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Kali ini dari Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan.
Surat tugas itu ditandatangani Pelaksana Tugas Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono dan Sekretaris Jenderal Moh. Arwani Thomafi pada 6 Juli 2024. Isinya, menugaskan kepada Fawait untuk membentuk koalisi partai dan memberdayakan seluruh struktur PPP.
Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan Provinsi Jawa Timur Salim Qurays menyerahkannya kepada Fawait, di kantor partai, Jalan Raya Kendangsari 36, Kota Surabaya, Minggu (14/7/2024).
“Alhamdulillah, setelah kami mendapat pengumuman dari DPP PPP pada Jumat (12/7/2024) oleh ketua umum dan sekretaris jenderal, hari ini kami menerima langsung surat tugas dari PPP untuk pilkada Jember,” kata Fawait kepada Beritajatim.com.
Fawait diminta segera menyetorkan nama calon wakil bupati agar surat tugas itu bisa diganti menjadi surat rekomendasi. “Beberapa partai yang sudah siap memberikan rekomendasi memang memberikan surat tugas, karena saya masih belum menyampaikan nama calon wakil bupati,” katanya.
Selain PPP, beberapa partai yang sudah memberikan surat tugas adalah Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Amanat Nasional, Partai Nasional Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera, dan Partai Gerindra. “Insyaallah akan segera kami sampaikan calon wakil bupatinya, sehingga surat tugas akan dijadikan surat rekom,” kata Fawait.
Fawait menyebut PPP partai bersejarah. “PPP adalah salah satu partai yang sangat senior di republik ini dan berbasiskan pesantren, dan kebetulan saya adalah orang pesantren, sehingga ada nilai tersendiri bagi saya sebagai seorang santri mendapatkan rekom dari Partai Persatuan Pembangunan,” katanya.
“Kebetulan di Jember belum pernah ada santri yang menjadi bupati. Belum pernah ada kader partai politik yang menjadi bupati. Belum pernah ada anak muda yang jadi bupati. Maka rekom-rekom yang diserahkan kepada kami adalah sebuah kesempatan, sebuah penghargaan yang diberikan kepada kami untuk memimpin Jember,” kata Fawait.
“Kita tahu partai adalah kawah candradimuka, partai adalah tempat pengkaderan bagi calon pemimpin masa depan, baik di level nasional maupun di level daerah. Maka kami bangga juga sebagai orang yang berproses di partai politik, diberikan kesempatan untuk mengabdi untuk Kabupaten Jember,” kata Fawait.
Fawait kemudian menceritakan bagaimana PPP Jawa Timur menitipkan penanganan persoalan pesantren. “Santri harus mendapatkan perhatian yang sama dengan siswa-siswa lainnya. Apalagi pesantren ini lembaga pendidikan yang lebih tua dibandingkan republik ini,” katanya. [wir]






