Bambang Aris Kartiko, fans klub sepak bola Liverpool dan dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember, di Kabupaten Jember, Jawa Timur memandang jalan kaki sebagai bentuk meditasi. Dia memilih berjalan kaki untuk berangkat ke kampus maupun pulang setelah mengajar.
Bambang menganggap berjalan kaki tak sekadar rutinitas, namun prinsip hidup yang harus dipegang teguh, sebagaimana novelis Jepang Haruki Murakami yang rutin berolahraga lari. Murakami bahkan mengadaptasi pernyataan masyhur filauf Rene Descartes: ‘Aku berlari, maka aku ada’.
Mirip dengan Bambang. “Saat berjalan kaki, saya bisa merenung dan mendapatkan banyak ide-ide baru. Ini adalah momen yang sangat produktif,” katanya, sebagaimana dilansir Humas Universitas Jember, Sabtu (15/6/2024).
Dari aspek praktis, hanya berjalan kaki olahraga yang bisa dilakukannya dengan konsisten. Tak hanya menjaga kebugaran, berjalan kaki juga menyegarkan pikiran. Apalagi kampus Unej rindang dan asri, suasana yang mendukungnya betah berjalan kaki. “Pohon-pohon yang rimbun dan udara yang segar memberikan kenyamanan tersendiri,” katanya.
Jalan kaki juga bagian dari kampanye menjaga udara dari polusi kendaraan bermotor. Bambang berharap kebiasaannya ini menginspirasi mahasiswa dan civitas akademika Unej. “Mulailah dari langkah kecil. Jalan kaki adalah bentuk olahraga yang mudah, murah, dan menyenangkan,” katanya. [wir]






