Malang (beritajatim.com) – Di tengah gempuran Akal Imitasi atau Artificial Intelligence (AI) yang mengubah lanskap akademik, Fakultas Sastra (FS) Universitas Negeri Malang (UM) mengambil langkah strategis. Mereka membekali ratusan mahasiswa dengan lokakarya khusus untuk membangun spirit penelitian dan strategi publikasi agar mampu bersaing di kancah global.
Kegiatan bertajuk ini digelar di Aula AVA, Gedung D14 FS UM, pada Kamis (13/11/2025). Mengusung tema “Membaca Dunia, Menulis Ilmu: Membangun Spirit Penelitian, Publikasi, dan Pengelolaan Jurnal Ilmiah di Era Akal Imitasi,” acara ini sukses menarik antusiasme tinggi.
Tercatat sekitar 150 peserta, yang terdiri atas mahasiswa S1 semester akhir, mahasiswa S2, dan S3, serta para dosen dari Departemen Sastra Indonesia (DSI), hadir untuk menyerap ilmu langsung dari para pakarnya.
Untuk memastikan kualitas materi, FS UM tidak tanggung-tanggung. DSI UM menghadirkan empat narasumber utama yang merupakan ahli di bidang sastra, kebahasaan, dan tata kelola jurnal bereputasi.
Para pakar tersebut adalah Wahyudi Rahmat, M.Hum., Ph.D. (Editor in Chief Jurnal Gramatika terindeks Scopus dari Universitas PGRI Sumatera Barat). Kemudian Dr. Moh. Hafid Effendy, M.Pd. (Editor in Chief Jurnal Ghancaran terindeks Sinta 2 dari UIN Madura).
Selain itu ada Prof. Dr. Imam Suyitno, M.Pd. (Guru Besar Departemen Sastra Indonesia UM). Kemudian, Eko Pramudya Laksana, S.Pd. (Ahli tata kelola jurnal dari Publika UM).
Lokakarya ini dipandu oleh Dr. Novi Eka Susilowati, S.Pd., M.Pd., seorang dosen muda FS UM yang dikenal sangat produktif dalam penelitian dan telah menghasilkan berbagai artikel terindeks Scopus.
Ketua DSI, Dr. Azizatul Zahro, menekankan bahwa lokakarya ini adalah bagian dari komitmen departemen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Departemen Sastra Indonesia. Kegiatan dibagi menjadi dua sesi intensif.

Sesi pagi berfokus pada diskusi interaktif mengenai strategi penulisan, etika publikasi, dan tata kelola jurnal digital. Dilanjutkan sesi siang, di mana peserta langsung praktik menyusun artikel berkualitas dan memahami seluk-beluk proses editorial di jurnal terindeks.
“Kami sangat berkomitmen terus meningkatkan kualitas SDM. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat memberikan wawasan dan keterampilan yang dibutuhkan mahasiswa untuk berkembang,” ujar Dr. Azizatul.
Ia menambahkan bahwa SDM yang berkualitas tidak hanya memperkaya keilmuan, tetapi juga menjadi modal utama agar lulusan dapat bersaing di kancah nasional dan internasional.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia, Dr. Bambang Prastiio, menyoroti pentingnya publikasi ilmiah sebagai pembuka peluang.
“Melalui publikasi ilmiah yang berkualitas, kita membuka gerbang berikutnya untuk mengembangkan potensi intelektual dan meningkatkan visibilitas hasil riset,” tegas Dr. Bambang.
Menurutnya, publikasi bukan sekadar sarana berbagi ilmu, tetapi langkah vital untuk memperkuat jaringan akademik dan mengenalkan kontribusi penelitian Indonesia kepada dunia.
“Dengan semangat ini, kami berharap lokakarya ini dapat menjadi jembatan yang menghubungkan mahasiswa dengan peluang yang lebih besar dalam dunia akademik dan profesional,” kata Bambang menutup. (dan/but)






