Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya resmi membuka Fakultas Kedokteran (FK) dengan biaya pendidikan yang terjangkau dan kurikulum inovatif. Fakultas ini berada di Kampus 2, Gunung Anyar, MERR.
Rektor UINSA Surabaya, Prof. Akh. Muzakki, menjelaskan bahwa biaya pendidikan per semester dipatok sebesar Rp 37.700.000, tanpa adanya pungutan tambahan seperti IPI/SPI/uang gedung. Hal ini bentuk komitmen kampus dalam menyediakan akses pendidikan berkualitas bagi calon mahasiswa yang lebih luas.
“Kuliah di Fakultas Kedokteran UINSA tidak ada uang pangkal, uang sumbangan institusi, dan uang gedung. Kuliah di FK UINSA hanya ada UKT (Uang Kuliah Tunggal), seperti mahasiswa dari fakultas lainnya,” ujar Muzakki, Senin (17/3/2025).
Keunggulan Fakultas Kedokteran UINSA tidak hanya terletak pada biaya pendidikannya yang kompetitif. Program pembelajarannya dirancang secara inovatif, memadukan keahlian medis modern dengan pemahaman mendalam tentang kesehatan berbasis komunitas dan nilai-nilai keislaman.
“Kami ingin mencetak dokter yang juga memahami nilai-nilai ke-Islaman dan mampu berkontribusi pada kesehatan berbasis komunitas,” ungkap Muzakki.
Kurikulum dan Fasilitas Pendidikan
Kurikulum Fakultas Kedokteran UINSA mengacu pada standar nasional dan menekankan pengalaman langsung serta keterlibatan komunitas. Fasilitas pendidikan utama meliputi:
– Rumah Sakit Pendidikan Utama: RSUD Bangil, Pasuruan
– Rumah Sakit Pendidikan Satelit: RS Bhayangkara H.S. Samsoeri Mertojoso Surabaya, RS Nahdlatul Ulama Tuban
– Puskesmas: Tanah Kali Kedinding, Jagir, Siwalankerto
– Poskestren: Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah Bangil, Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo, Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya, dan Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah, Surabaya.
Salah satu pilar utama program Fakultas Kedokteran UINSA adalah pembelajaran berbasis komunitas. Mahasiswa akan mendapatkan pengalaman praktis langsung melalui interaksi dengan komunitas pesantren, bekerja sama dengan mitra kesehatan yang telah terjalin. Pendekatan ini memastikan lulusan siap menghadapi tantangan kesehatan spesifik di lingkungan pesantren.
Kemudian, fokus program pada pencegahan penyakit di komunitas pesantren mencerminkan komitmen untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat pesantren yang merupakan bagian penting dari masyarakat Indonesia.
Model pendidikan yang unik ini menjadikan lulusan Fakultas Kedokteran UINSA sebagai profesional yang sangat dicari dan siap melayani kebutuhan kesehatan yang beragam. [ipl]







1 Komentar
Apakah menerima beasiswa tahfiz 30 juz