Surabaya (beritajatim.com) – Anak merupakan karunia yang diberikan oleh Tuhan dari kelahiran pertama, kedua hingga ketiga, mereka memiliki karakternya masing-masing. Biasanya, anak pertama terkenal sebagai sosok yang pekerja keras karena menjadi andalan orang tuanya. Sedangkan anak terakhir dianggap yang paling manja. Lalu, bagaimana dengan karakter anak kedua atau anak tengah? Inilah beberapa fakta unik si anak tengah.
Dengan adanya seorang kakak membuat anak tengah memiliki sifat yang lebih sopan dan menghormati karena berada di bawah pengawasan tiga orang dewasa dalam keluarga. Hanya saja, di lain sisi dia tetap dituntut menjadi dewasa dan mengalah karena ada adik yang harus dijaga.
Cenderung Lebih Banyak Kebebasan
Dari anak pertama yang sudah mendapatkan pengalaman dari pengasuhan yang serba hati-hati dan tegas. Biasanya, orang tua akan lebih bebas pada anak kedua. Hanya saja, ketika pertama sudah mampu melakukan segalanya sendiri, perhatian orang tua menjadi lebih baik diberikan pada anak kedua.
Muncul Keberanian pada Anak Kedua
Bicara mengenai ekspektasi orang tua sepertinya semua anak memiliki perasaan yang sama. Hanya saja, seringkali anak kedua dibekali dengan keberanian yang lebih. Terkadang, mereka mungkin menentang perintah orang tua karena merasa terlalu terbeban. Tapi, ujungnya mereka tetap menjelaskan alasannya melakukan itu.
Lebih Aktif
Anak kedua dapat dikatakan lebih aktif dibandingkan kedua saudaranya. Itulah alasan anak kedua cenderung memiliki tekanan darah dan berat badan lebih kecil dibandingkan kedua saudaranya. .
Kemampuan Bersosialisasi yang Baik
Fakta anak kedua mengenai kemampuan sosial. Mereka terlahir dengan jumlah keluarga yang cukup banyak karena bukan hanya ayah dan ibu. Hal itulah yang membuat anak kedua cenderung memiliki kemampuan komunikasi yang lebih baik dibandingkan kakak dan adiknya. Selain itu, mereka akan merasa lebih senang saat berada dalam keramaian karena memperlihatkan jati dirinya yang sebenarnya.
Perhatian Lebih Sedikit
Perhatian yang didapatkan oleh anak kedua memang tidak sebanyak anak pertama atau anak ketiga. Namun, inilah yang membentuk mereka menjadi anak mandiri dan cerdik dengan memanfaatkan apa yang mereka miliki. (PRD/ian)

as a preferred source on Google




