Lamongan (beritajatim.com) – Persela Lamongan akan menghadapi tantangan berat dari PSS Sleman pada pekan ke-21 Championship di Stadion Surajaya, Minggu (1/3/2026).
Pertandingan yang akan dimulai pukul 20.30 WIB ini krusial bagi kedua tim. Persela kini sedang berusaha kembali menemukan bentuk permainan terbaiknya setelah gagal meraih kemenangan di dua laga terakhir.
Sementara PSS tengah menjaga tren positif untuk mengamankan posisi di puncak klasemen Grup 2. Elang Jawa datang ke Lamongan berbekal dua kemenangan di dua laga terakhirnya, termasuk menaklukkan Persipura Jayapura untuk mengkudeta puncak klasemen.
Berikut sejumlah data dan fakta menarik lainnya sebelum duel antara Persela Lamongan kontra PSS Sleman:
1. Sama-sama tidak diperkuat penyerang utama
Kedua tim dipastikan turun dengan kondisi pincang, terutama di sektor serang. Tuan rumah Persela harus kehilangan penyerang utamanya, Titan Agung, dan winger asal Kolombia, Jhon Edy Mena.
Kondisi serupa juga dialami PSS. Gustavo Tocantins harus menepi karena sanksi larangan bermain akibat akumulasi kartu kuning. Absennya penyerang asal Brasil itu menjadi kehilangan besar bagi Super Elja, sebab Gustavo merupakan pemain tersubur PSS dengan koleksi 15 gol.
2. Jadi ajang pembuktian bagi pemain cadangan
Absennya penyerang utama di laga ini menjadi kesempatan emas bagi pemain lain untuk membuktikan kualitasnya, baik dari kubu Persela maupun PSS Sleman.
Pelatih Persela, Bima Sakti, mengaku telah menyiapkan penyerang alternatif yang akan menggantikan peran Titan Agung serta skema alternatif agar lini serang tetap tajam.
“Ada dua pemain yang memang harus parkir dulu, yaitu Jhon Mena dan Titan. Tapi yang pasti, pemain semuanya dalam kondisi siap, dan besok kita akan tampilkan ada perubahan di posisi penyerang,” kata Bima dalam sesi konferensi pers menjelang pertandingan, Sabtu (28/2/2026).
3. Persela unggul head to head
Jika dilihat dari peringkat di papan klasemen Grup 2, Persela memang tertinggal jauh dari PSS. Persela masih berkutat di peringkat 6 dengan mengemas 30 poin, terpaut 12 poin dari PSS yang memuncaki tabel.
Meski demikian, Persela memiliki catatan apik saat bersua PSS Sleman. Dalam dua pertemuan terakhir musim ini, Persela mencatatkan satu kemenangan dan sekali imbang.
Rekor pertemuan ini menjadi modal bagus untuk meningkatkan rasa percaya diri skuad Persela menjelang laga kontra PSS.
4. Berpotensi sajikan pertandingan sengit
Duel Persela kontra PSS diprediksi berjalan sengit karena kedua tim sama-sama berambisi meraih kemenangan.
Dari kubu tuan rumah, Persela ingin segera kembali ke jalur kemenangan setelah hanya bermain imbang 1-1 saat bertandang ke markas PSIS Semarang dan takluk dari Persiku Kudus.
Bima Sakti menegaskan skuadnya berada dalam kondisi sangat siap dan memiliki motivasi tinggi untuk menghadapi PSS. “Yang pasti pemain sekarang berproses untuk bisa mengembalikan performa terbaik mereka. Dan yang pasti motivasi mereka tinggi karena ini main di kandang,” katanya.
Menurutnya, ketimpangan dalam tabel klasemen tidak bisa menjadi patokan untuk menentukan hasil pertandingan.
“Kita tahu Sleman sekarang peringkat atas, tapi sepak bola bukan matematika. Saya bilang ke pemain: siapa yang bekerja keras, siapa yang siap, siapa yang fight besok malam, itulah yang dapat memenangkan pertandingan,” ujarnya.
Sementara pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis, menyadari tim asuhannya memiliki catatan minor dalam dua pertemuan sebelumnya. Namun, ia menegaskan kali ini PSS datang dengan tekad berbeda.
“Kita tahu, kita dua kali pertemuan tidak bisa memenangkan pertandingan. Sekali seri dan sekali kalah. Jadi ini jadi catatan buat kita. Ditambah lagi ini kan kejar-kejaran poin cukup ketat ya. Jadi kita datang ke sini berharap semua pemain punya tekad yang sama untuk dapat memenangkan pertandingan,” ucapnya. (fak/kun)






