Surabaya (beritajatim.com) – Beberapa waktu lalu, jalanan Bukit Sibea-bea menjadi perbincangan hangat di media sosial. Bukit yang berada di tepi Danau toba tersebut menampakkan jalanan berliku yang berujung di tepi danau. Jalanan memang jadi ruang yang penuh dengan banyak hal, dan memiliki banyak keunikan.
Salah satunya ada di New York City. Jika kebanyakan orang melihat Cross Bronx Expressway (CBE), maka ada berbagai prespektif yang muncul. Di antara mereka mungkin hanya melihat pada satu sisi. Sebenarnya, CBE adalah sebuah perhubungan yang penuh dengan kemacetan lalu lintas yang tak pernah tahu kapan berhenti. Bahkan, tempat ini sudah menjadi salah satu jalan raya paling padat di Amerika.
Jembatan yang berada di bawah permukaan dan termasuk sebagai jalan bebas hambatan enam setengah mil terlihat biasa. Namun, tanpa disadari ruang ini pernah punya cerita yang penuh kontroversi dibandingkan dengan jalan lain di Amerika bahkan di dunia.
Awalnya Jalan Ini Tercipta Hamparan Kecil Jalan Raya NYC
Walaupun memang belum banyak yang tahu, namun ini menjadi cerita yang menarik. Semuanya berawal dari seorang tokoh bernama Robert Moses. Dia adalah orang Amerika yang terpolarisasi di abad ke-20. Moses dikenal sebagai seorang ahli dalam pembangunan perkotaan bahkan dialah yang mengubah New York City menjadi pembangkit tenaga listrik global. Selain itu, sosoknya sering dianggap sebagai pria yang dengan sengaja mendiskriminasi komunitas Hispanik dan Afrika Amerika yang kurang menarik dari segi perencanaan kotanya.
Sebenarnya, Misi pria yang akrab disapa Moses ini sederhana dari teorinya. Namun ketika memulai praktik terlihat sangat kompleks yaitu menciptakan sistem angkutan umum yang ramai dengan kolaborasi kereta api, mobil, dan bus sehingga dapat melintasi Area Metro New York.
Maka dari itu, Moses merencanakan pembuatan Cross Bronx Expressway sebagai jalan bebas hambatan pertama dari jenisnya di Amerika. Jalan ini pertama dibangun langsung melintasi lingkungan perkotaan yang padat. Moses membuat rencana pembuatan jalan dari tepi barat Jembatan Leher Throgs di bagian timur borough ke Jembatan George Washington dan timur New Jersey.
Dalam proses pembuatan, mereka melibatkan beberapa pihak untuk membersihkan jalan setapak melintasi daerah perkotaan pusat seperti Bronx. Selain itu, mereka menggunakan dinamit melalui punggung bukit yang terbuat dari batu padat, meletakkan aspal melintasi lembah, sehingga mengalihkan beberapa sungai kecil. (prd/tur)






