Ngawi (beritajatim.com) – Warga Ngawi belakangan gempar akibat adanya dugaan kasus pembunuhan terhadap Wachid (51) warga Desa Dadapan, Kendal, Ngawi. Dia ditemukan meninggal dengan luka tusuk di dada di rumah kontrakannya di Desa Gayam, Kendal, Ngawi oleh putrinya Erika Sekar Ayu (23) pada Jumat (9/9/2022) malam.
Berikut fakta-fakta dugaan pembunuhan Wachid yang sudah dirangkum oleh beritajatim.com:
[berita-terkait number=”2″ tag=”pembunuhan-ngawi”]
1. Jasad Wachid Tak Bersimbah Darah
Erika Sekar Ayu, putri sulung Wachid jadi orang pertama yang mengetahui kalau sang ayah sudah tiada. Posisinya saat itu terbaring di kasur yang diletakkan di ruang tamu. Selimut menutup hingga mendekati leher. Ayahnya yang menderita stroke sejak setahun terakhir memang hanya bisa berbaring.
Saat Erika pulang pada malam hari, dia biasa membangunkan sang ayah sebentar. Namun, saat itu pada Jumat (9/9/2022) pukul 20.00 WIB, dia mencoba membangunkan ayahnya namun tak berhasil. Hingga dia pun mengetahui ayahnya meninggal dunia dan sudah agak kaku.
Saat dia memegang dada, ada suara aneh. Dan setelah dibuka selimutnya, ternyata ada sedikit noda darah di baju sang ayah dan dia pun melihat ternyata ada luka tusuk di dada sang ayah. Namun, tak ada bekas darah yang berceceran atau mengalir di sekitar tempat tidurnya di Erika pun mulai meminta tolong pada warga sekitar.
“Waktu saya coba bangunkan ayah sudah kaku. Dan saat saya pegang dadanya tuh ada suara kretek-kretek gitu. Pas saya buka selimutnya ada noda darah sedikit di bajunya dan saya buka bajunya ternyata ada luka bekas tusukan. Bolong gitu,” kata Erika.
2. Sang Putra Tak Diketahui Keberadaanya Pasca Meninggalnya Wachid
Pasca meninggalnya Wachid, Fahri Wahyu Erfanto (19) yang biasa merawat Wachid saat sakit stroke justru tak diketahui keberadaanya. Polisi masih melakukan pencarian pada Fahri. Tim dari Polres Ngawi sudah menyebar orang untuk mencari keberadaan pria yang sehari-hari tak bekerja itu.
Kasat Reserse Kriminal Polres Ngawi AKP Agung Joko Haryono mengungkapkan jika saat ini pihaknya masih melakukan pencarian terhadap Fahri. “Tim masih mencari keberadaan Fahri, dia yang biasa menunggu sang ayah ketika sang ayah sakit stroke belakangan ini,” kata Agung.
3. Senjata Pembunuhan Masih Dalam Pencarian
Pemeriksaan luar terhadap jasad Wachid mengungkap bahwa luka yang dialami Wachid disebabkan tusukan benda tajam. Namun, polisi belum menemukan senjata yang digunakan oleh pelaku pembunuhan. Sampai kini masih dilakukan pencarian.
Kasat Reserse Kriminal Polres Ngawi AKP Agung Joko Haryono membenarkan jika selain melakukan pencarian terhadap Fahri, polisi juga masih mencari senjata pembunuhan.
4. Hasil Autopsi Segera Disampaikan ke Penyidik Polres Ngawi
Hasil autopsi jenazah Wachid yang dilakukan selama 5 jam di RSUD dr Soeroto Ngawi pada Sabtu (10/9/2022) baru akan disampaikan pada penyidik pada Senin (12/9/2022). Kini jenazah Wachid sudah dimakamkan di TPU desa asalnya. [fiq/suf]







