Bojonegoro (beritajatim.com) – Operator lapangan minyak dan gas bumi (migas) lapangan Banyu Urip Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited tanggapi demo yang dilakukan kontrak lokal dan masyarakat yang mengatasnamakan Forum Komunikasi Masyarakat Banyuurip dan Jambaran di flyover dan DPRD Bojonegoro, Kamis (21/11/2024).
External Engagement & Socioeconomic Manager ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) Tezhart Elvandiar menghargai langkah masyarakat sekitar operasi yang menyampaikan tuntutan secara damai dan sesuai dengan hukum selama tidak mengganggu operasional objek vital nasional.
“Kami bertumbuh bersama masyarakat dan pengusaha lokal. Kami menghargai ekspresi damai sesuai dengan hukum selama tidak mengganggu kegiatan operasional objek vital nasional. Hal ini sudah menjadi bagian terpadu dalam cara kami beroperasi,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, ratusan demonstran yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Banyu Urip dan Jambaran melakukan orasi di depan flyover turut Desa Ngraho, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro dan depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro.
Dalam orasinya, Subagyo meminta pelibatan tenaga kerja dan kontraktor lokal, CSR, serta optimalisasi Perda Konten Lokal. Mereka menuntut agar operator migas yang melakukan eksploitasi di Kabupaten Bojonegoro harus menjalankan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 23 Tahun 2011 tentang konten lokal.
“Agar produsen barang dan distributor tidak bisa langsung berkontrak dengan EMCL tapi melalui vendor sekitar atau ring 1. Kontrak kerja sama/PO di berikan kepada kontraktor ring 1 dengan kajian balas jasa atau fee untuk pekerjaan yang memiliki tingkat resiko tinggi,” tuntutnya.
Sementara Koordinator Aksi, Jaswadi menambahkan, bahwa para pendemo menuntut supaya sasaran Corporate Social Responsibility (CSR) EMCL dikembalikan kepada desa-desa yang berada di ring 1 Kecamatan Gayam.
“Kami menghimbau kepada EMCL agar penyebaran CSR/TJSL hanya pada wilayah sekitar tambang/ring 1, karena dampak panas dan kebisingan yang sering terjadi masyarakat sekitar yang merasakan secara langsung,” tambahnya.
Sejumlah perwakilan dalam aksi tersebut kemudian diterima oleh pihak EMCL untuk masuk ke site Lapangan Banyu Urip melakukan audiensi. Setelah menggelar audiensi itu, sebagian massa bergerak ke kantor DPRD Bojonegoro. Di kantor legislatif, massa ditemui dan menggelar audiensi bersama Komisi B. [lus/kun]






