Mojokerto (beritajatim.com) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dinas P dan K) Kota Mojokerto telah melaksanakan menambah jam belajar dalam Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas untuk jenjang SD dan SMP Negeri serta swasta se-Kota Mojokerto sejak, Senin (1/11/2021) pekan lalu.
Hasil evaluasi pelaksanaan penambahan jam PTM terbatas, tidak ada kasus positif Covid-19 yang ditemukan. Namun Dinas P dan K Kota Mojokerto tetap dihimbau agar tetap disiplin protokol kesehatan (prokes). Mengaca dari kasus cluster PTM di Surabaya bulan September kemarin, diharapkan semua disiplin protokol kesehatan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkot-mojokerto”]
“Terutama gurunya, para siswa bisa menjaga jarak tapi kelas yang ada sudah ada skat untuk meminimalisir barang kali ada siswa yang melepas masker, masih ada jarak dengan siswa yang lain. Yang harap teman-teman guru bisa disiplin memakai masker,” ungkap Kepala Dinas P dan K Kota Mojokerto, Amin Wachid, Senin (8/11/2021).
Menurutnya, penambahan jam PTM terbatas di Kota Mojokerto saat ini sudah ideal. Meski pihaknya berharap para siswa bisa masuk normal seperti sebelum pandemi Covid-19 terjadi. Namun penambahan jam PTM terbatas akan dilakukan secara bertahap sembari mengejar ketertinggalan.
“Iya (ada tambahan jam PTM terbuka lagi, red) menunggu perkembangan. Bertahap dulu untuk mengejar ketertinggalan karena menurut rilis resmi Kemendikbud, daya serap siswa untuk PJJ hanya 35 persen. Harapan kami, akhir tahun ini bisa 65 persen. Terutama untuk kelas awal,” katanya.
Yakni kelas 1 SD, kelas 2 SD, kelas 7 SMP dan kelas 8 SMP. Dengan harapan ada perhatian ekstra, Amin menyebut yakni bagi generasi Covid-19. [tin/kun]






