Surabaya (beritajatim.com) – Saat seseorang berduka jika hendak mengucapkan bela sungkawa Anda harus paham etika.
Orang yang berduka biasanya rentan secara mental dan psikis, oleh sebab itu tidak bisa sembarangan. Berikut ini, 5 hal yang tidak boleh Anda lakukan pada orang berduka.
Biarkan keluarga yang pertama kali posting
Anda harus bisa menahan diri untuk tidak memposting ke publik sebelum keluarganya mengumumkan. Jangan sampai publikasi di media sosial justru bisa mengganggu privasi keluarga yang berduka.
Hati-hati menyebar hoax!
Kabar yang tidak benar akan memperburuk kondisi berduka yang dialami keluarga. Jadi, cukup sampaikan ungkapan dukacita tanpa melebih-lebihkan informasi yang sebenarnya perlu.
Lebih baik ucapkan melalui personal chat
Kerabat mendiang yang sedang berduka pastinya jarang buka media sosial. Jadi, kiriman bunga atau pesan melalui chat pribadi saja. Hal ini menjadi alternatif yang lebih efektif untuk turut ikut belasungkawa.
Turut berduka cita
Gunakanlah kalimat yang bijak, karena mungkin kita sering gak tau kalimat terbaik apa yang bisa diucapkan saat momen berduka. Namun, jangan sampai asal ucapan. Pastinya, dukungan dan doa jadi pilihan terbaik untuk menunjukkan simpati Anda.
Tahan jari untuk tidak kepo di media sosial
Privasi keluarga lebih penting daripada rasa penasaran Anda. Keluarga pasti akan membagikannya secara langsung atau di media sosial tanpa perlu Anda cari tahu lebih mendalam terkait hal itu.
Jangan tag akun mendiang
Jangan tag akun mendiang untuk menghormati privasinya. Melakukan tag pada akun orang yang sudah meninggal, apalagi secara terus-terusan, bisa memicu kenangan yang menyedihkan bagi pasangan atau keluarganya. Ini juga cenderung tidak menghormati privasi mendiang.
Batasi informasi ucapan belasungkawa
Batasi informasi yang kamu sampaikan secara daring di kolom komentar, konten pribadi, maupun obrolan di grup chat. Pihak keluarga mendiang adalah satu-satunya yang berhak menyampaikan informasi apa pun.
Itulah beberapa hal yang tidak boleh Anda lakukan saat memberi ucapan belasungkawa di media sosial. Karena bisa melanggar privasi bahkan menyakiti hati keluarga dari mendiang. (dan/ian)






