Jakarta (beritajatim.com) – Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengangkat dirinya sebagai Ketua Panitia Lokal (LOC) Piala Dunia U-20 2023. Pertama, Erick ingin perannya ini mempermudah koordinasi dengan INAFOC (Indonesia FIFA U-20 World Cup Organizing Committee) sebagai panitia pusat dari kegiatan ini. Erick juga berjanji lebih transparan. Terutama yang berkaitan dengan pendanaan.
“Kini saya memimpin langsung LOC agar mempermudah koordinasi dan pembagian tugas dengan INAFOC. Agar koordinasi LOC dan INAFOC bisa efektif dan efisien. Termasuk pembagian tugas agar tidak overlapping. Ini layaknya apa yang terjadi saat Asian Games 2018. Antara INASGOC dan KOI,” ujar Erick dalam keterangan resminya.
Menteri BUMN ini menambahkan bahwa langkah cepat dengan memotong alur birokrasi penting untuk dilakukan menjelang Piala Dunia U-20 2023 yang dilaksanakan Mei mendatang. Artinya, segenap panitia hanya punya waktu kurang dari 90 hari mempersiapkan diri menuju hajatan besar ini.
“Piala Dunia U-20 2023 di mana kita akan menjadi tuan rumah, merupakan momen untuk menunjukkan kembali kepada dunia bahwa Indonesia bisa menjadi tuan rumah yang baik. Tuan rumah yang sukses menyelenggarakan kompetisi dengan kualitas terbaik. Tidak boleh gagal,” tegas Erick.
Baca Juga: Ini Petuah Ketua PWNU Jatim untuk Ketum PSSI Erick Thohir
Erick juga menyoal pemakaian anggaran. Dana miliaran Rupiah akan dikucurkan untuk menyukseskan hajat Piala Dunia U-20 2023 ini. Oleh sebab itu, dengan menjadi ketua panitia lokal, Erick menyebut pihaknya dengan INAFOC juga akan membahas mengenai pembagian anggaran agar tidak tumpang tindih.
“Supaya kita semua tertib. Mana budget pemerintah dan budget sponsor. Baik yang berasal dari sponsor FIFA maupun sponsor lokal. Semua budget itu tidak boleh tercampur. Hanya saja soal opening dan closing ceremony, kami sudah serahkan ke INAFOC” jelasnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”erick-thohir”]
Erick juga menjamin bahwa penggunaan dana untuk Piala Dunia U-20 2023 harus transparan demi menjaga kepercayaan dari masyarakat. Selain itu, Piala Dunia U-20 2023 merupakan hajat dunia. Standar FIFA berlaku di gelaran ini.
“Ingat ya, standar FIFA, bukan standar Indonesia. Sehingga harus kita ikuti. Ini adalah pintu kita untuk bisa ikut bidding Piala Dunia, maka kita harus memastikan semua berjalan dengan baik,” harapnya.
Piala Dunia U-20 2023 akan dilaksanakan 20 Mei – 11 Juni mendatang. Diikuti 24 negara dari enam konfederasi. Sebagai tuan rumah, Indonesia sudah otomatis lolos ke babak utama. Piala Dunia U-20 2023 akan digelar di enam kota, yakni Jakarta, Surabaya, Bandung, Surakarta, Gianyar, dan Palembang.
Pemain yang tampil di Piala Dunia U-20 2023 harus kelahiran 1 Januari 2003 dan atau sebelum 31 Desember 2007. Seluruh negara yang berpartisipasi di Piala Dunia U-20 2023 hanya boleh mendaftarkan 21 pemainnya. (sya/ted)






