Jakarta (beritajatim.com) – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, menjadi calon terkuat untuk posisi calon wakil presiden (cawapres) baik untuk Prabowo Subianto maupun Ganjar Pranowo.
Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Bidang Rekruitmen Anggota DPN Partai Gelora, Endy Kurniawan, saat mengungkapkan hasil dari analisis koalisi capres di tingkat elit atau partai politik serta tren yang terlihat di media sosial yang dilakukan oleh Partai Gelora bekerja sama dengan Lembaga Riset Digital Cakradata.
“Kami mencatat persepsi warganet terhadap tiga koalisi yang ada. Data dikumpulkan dari 1 Juni hingga 3 Agustus 2023. Kami mengamati perkembangan pada setiap koalisi yang mendukung Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan,” ujar Endy dalam presentasi hasil riset Gelora Petamaya.
Berdasarkan hasil riset ini, calon terkuat untuk posisi cawapres di bawah Prabowo Subianto adalah Erick Thohir. Urutan berikutnya diisi oleh Airlangga Hartanto, Muhaimin Iskandar, dan Khofifah Indar Parawangsa.
BACA JUGA:
Menteri Erick Thohir Sebut Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Ditunjang Sektor Pariwisata Kreatif
Sementara itu, untuk calon wakil presiden yang mendampingi Ganjar Pranowo, Erick Thohir juga menjadi kandidat terkuat, diikuti oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Dalam urutan selanjutnya terdapat Sandiaga Uno dan mantan Panglima TNI Andika Perkasa.
Bagi Anies Baswedan, nama terkuat untuk posisi cawapres adalah AHY, diikuti oleh Mahfud MD, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Khofifah Indar Parawansa.
“Ini adalah pandangan dari warganet mengenai kemungkinan calon wakil presiden yang cocok untuk pasangan calon presiden Anies Baswedan. Namun, kita belum tahu siapa yang akan dipilih pada akhirnya,” kata Endy.
Menurut Endy, hasil riset ini menunjukkan bahwa warganet memandang koalisi yang paling kuat adalah Koalisi PDIP dengan persentase dukungan sebesar 83 persen, diikuti oleh Koalisi Perubahan untuk Persatuan dengan 47,890 persen, dan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya dengan 34,813 persen.
“Kita tidak dapat memastikan apakah persepsi warganet ini akan bertahan hingga saat pendaftaran resmi pada bulan Oktober. Karena apa yang terjadi di kalangan elit belum tentu mencerminkan opini di kalangan warganet. Semuanya masih dinamis dan belum sepenuhnya terkonsolidasi antara berbagai faksi dan partai,” ujar Endy.
BACA JUGA:
PAN dan Golkar Dukung Prabowo: Kader Demokrat Lamongan Puji Elektabilitas AHY
Selain itu, hasil riset ini juga mengungkap bahwa isu Partai Gelora yang mendukung Prabowo Subianto serta pertemuan antara Wakil Ketua Umum Partai Gelora dengan Ketua Umum Partai Gerindra yang juga menjabat sebagai Menteri Pertahanan menjadi topik paling populer di kalangan warganet.
“Setelah itu, unggahan dari PKB terkait Muhaimin Iskandar sebagai kandidat kuat calon wakil presiden bagi Prabowo Subianto, dan prediksi warganet mengenai keterlibatan Partai Golkar dalam peta koalisi yang ada di berbagai tempat,” tambahnya. [hen/beq]






