Surabaya (beritajatim.com) – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi optimistis bahwa penerapan kembali kebijakan Ujian Nasional (UN) di tahun 2026, dapat memantik semangat belajar yang lebih tinggi bagi siswa. Jumat (3/1/25) hari ini.
Hal itu diungkapkan oleh Eri Cahyadi saat ditanya awak media. Katanya, ia setuju dengan kebijakan UN; yang kembali diterapkan dalam pendidikan di Indonesia.
“Ya saya (setuju). Yang terpenting adalah dengan adanya itu bisa membangkitkan semangat untuk belajar, serta siswa tidak meremehkan meskipun nanti UN akan dihitung persentasenya,” terang Eri di Surabaya.
Eri menyebut, keberadaan ujian ini dinilai sangat penting. Untuk mengetahui berapa nilai rata-rata siswa setelah belajar di sekolah dan bisa dipakai sebagai patokan zonasi.
“Salah satu faktor saat dia mendapatkan nilai ini, ada penghargaan yang akan didapatkan. Apakah bisa bersaing ke dalam sekolah dan dapat dijadikan salah satu faktor penentuan dari zonasi,” jelasnya.
Sehingga Eri berharap, dengan kembalinya UN ini siswa-siswi menjadi semangat belajar. Tidak sekedar masuk sekolah dan malas-malasan saat di rumah.
“Dengan UN ini semoga anak anak jadi mau belajar. Kalau dulu UN gak ada, pokok sekolah e dekat masuk sekolah dan belajarnya agak malas malas sedikit. Dan kalau begini maka akan muncul perasaan untuk belajar,” ucap dia. [kun]






