Surabaya (beritajatim.com) – Dalam suasana penuh keakraban, DPC Partai Gerindra Kota Surabaya mengadakan acara Silaturahmi dan Buka Bersama pada di Hotel Harris Gubeng Surabaya. Minggu (23/3/2025) malam.
Acara ini dihadiri oleh ratusan kader Gerindra dan sejumlah tokoh penting, termasuk Ketua DPC Gerindra Surabaya Cahyo Harjo Prakoso, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Ketua Gerindra Jatim Anwar Sadad, dan Ketua Dewan Penasihat Gerindra Jatim, Bambang Haryo Soekartono (BHS).
Cahyo Harjo mengungkapkan, bahwa acara ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antarkader serta memberikan apresiasi atas kerja keras mereka yang telah membawa Gerindra Surabaya meraih prestasi signifikan.
“Kami bersyukur, Gerindra Surabaya berhasil menambah perolehan kursi legislatif di DPRD Surabaya dari 5 kursi pada 2019 menjadi 8 kursi pada 2024. Selain itu, pencapaian serupa juga tercatat pada DPRD Jatim dan DPR RI,” ujar Cahyo.
Sebagai bentuk rasa terima kasih, Gerindra Surabaya membagikan paket sembako kepada kader sebagai tali asih. Cahyo berharap kegiatan ini semakin memperkuat solidaritas dan kekompakan internal partai. “Solidaritas yang kuat adalah kunci kesuksesan bersama,” tambahnya.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, turut memberikan apresiasi terhadap kontribusi Gerindra di Pemerintah Kota Surabaya. “Gerindra sudah menjadi bagian yang luar biasa bagi Pemkot Surabaya,” kata Eri.
Ia juga berbagi pengalamannya mengikuti Retreat Kepala Daerah di Akmil Magelang dan mengungkapkan kekagumannya terhadap Presiden Prabowo Subianto, yang memimpin Gerindra. Eri menekankan, semangat Prabowo untuk mewujudkan Indonesia swasembada pangan pada tahun 2026 dan ketahanan pangan sebagai tolok ukur kemajuan bangsa.
Selain itu, pada acara tersebut, Ketua Gerindra Jatim Anwar Sadad memberikan tausiyah mengenai kepemimpinan yang menginspirasi seluruh peserta.
Dalam acara yang sama, Cahyo Harjo juga menyoroti kebijakan Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), yang dinilai penting untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di Surabaya. “KPBU menjadi solusi strategis untuk melibatkan sektor swasta dalam pembangunan berkualitas,” terangnya.
Pemerintah Kota Surabaya sedang menyiapkan skema KPBU untuk delapan proyek pembangunan strategis, termasuk pembangunan jalur lingkar luar, RSUD Surabaya Selatan dan Utara, hingga proyek BRT/MRT. Dengan skema ini, Surabaya dapat mengoptimalkan pendanaan untuk mengatasi kekurangan anggaran dari pemerintah pusat.
Cahyo juga menekankan perlunya perhitungan matang terkait kemampuan fiskal APBD untuk memastikan kelancaran proyek-proyek tersebut. “Proyek yang menggunakan skema KPBU harus memberikan dampak ekonomi yang signifikan, mempercepat pertumbuhan ekonomi, dan mengurangi ketimpangan sosial,” ujarnya.
Pemerintah Kota Surabaya berharap skema KPBU ini akan mendorong inovasi, mempercepat pembangunan, serta menciptakan manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat Surabaya. [tok/aje]






